Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu, DPR Soroti APBN yang Masih Defisit

Sabtu, 19 September 2026 | 16:50:00 WIB
Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu, DPR Soroti APBN yang Masih Defisit

FINANSIALFOKUS.COM — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin, 14 September 2026. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pergantian ini sebagai langkah Presiden mencari format tepat untuk mengelola APBN yang saat ini masih mengalami defisit dan ditutupi surat utang.

Pelantikan Suahasil Nazara menandai pergantian posisi Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih. Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjabat di posisi tersebut sebelum digantikan Suahasil.

Menurut Mukhamad Misbakhun, pergantian ini merupakan upaya Presiden Prabowo menemukan format yang tepat untuk menjalankan visi dan misi pemerintah. Pengelolaan APBN diarahkan untuk menyejahterakan masyarakat.

Defisit APBN dan Ketergantungan pada Surat Utang

APBN saat ini menghadapi risiko pengelolaan fiskal karena masih mengalami defisit. Kondisi defisit tersebut masih ditutupi oleh penerbitan surat utang.

Karena itu, menurut Misbakhun, dibutuhkan sosok yang mampu menjalankan kebijakan makro ekonomi secara adaptif. Kemampuan adaptif ini dinilai penting agar pengelolaan fiskal tetap terkendali di tengah tekanan pembiayaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Misbakhun dalam wawancara dengan Shania Alatas di program Power Lunch CNBC Indonesia, Rabu (16/09/2026).

Tugas Menkeu dalam Pengelolaan APBN 2027

Pergantian posisi Menkeu ini turut menyoroti tugas yang menanti dalam penyusunan APBN 2027. Komisi XI DPR RI mempertanyakan arah kebijakan fiskal yang akan diambil Suahasil ke depan.

Pengelolaan APBN 2027 menjadi krusial karena pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara belanja negara dan penerimaan. Tanpa strategi yang tepat, ketergantungan pada surat utang berpotensi berlanjut.

Misbakhun menekankan bahwa APBN harus mampu menggerakkan ekonomi, bukan sekadar menutup defisit. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah yang menargetkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan fiskal.

Respons DPR terhadap Pergantian Menkeu

DPR RI melalui Komisi XI menyambut pergantian ini dengan catatan terkait pengelolaan APBN ke depan. Mereka menilai diperlukan kebijakan makro ekonomi yang adaptif untuk menghadapi risiko fiskal.

Pergantian Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara disebut sebagai langkah Presiden Prabowo dalam mencari format yang tepat. DPR berharap APBN dapat dikelola secara lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selengkapnya mengenai pandangan DPR terhadap pergantian posisi Menkeu dan tugas pengelolaan APBN 2027 dapat disimak dalam wawancara lengkap di Power Lunch CNBC Indonesia.

Terkini