Remitansi PMI Semester I 2026 Tembus US$ 9,16 Miliar, Fee Bank Ikut Melonjak

Remitansi PMI Semester I 2026 Tembus US$ 9,16 Miliar, Fee Bank Ikut Melonjak

FINANSIALFOKUS.COM — Bank Indonesia mencatat arus remitansi pekerja migran Indonesia pada semester I 2026 mencapai US$ 9,16 miliar atau setara Rp 162 triliun. Nilai itu naik 8,74% dibanding periode yang sama tahun lalu, membuka ruang bisnis pengiriman uang lintas negara bagi perbankan nasional.

Data sementara Bank Indonesia dalam Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) menunjukkan lonjakan kiriman uang dari pekerja migran sepanjang paruh pertama tahun ini. Angka tersebut dihimpun dari seluruh kanal remitansi resmi yang tercatat di bank sentral.

Bank Mandiri Pimpin Pertumbuhan Fee Remitansi

PT Bank Mandiri Tbk lewat anak usaha Mandiri Remittance membukukan 32.488 transaksi pada kuartal II 2026. Jumlah itu melesat 73,2% secara tahunan dari 18.759 transaksi pada kuartal II 2025.

Paparan kinerja perseroan semester I 2026 mencatat fee remitansi naik 98,1% menjadi Rp 750 juta. Sebelumnya, pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan dari lini bisnis ini baru Rp 380 juta.

Edukasi Keuangan Menjadi Kunci Pengelolaan Dana

Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Muh. Fachri menilai besarnya aliran dana perlu diimbangi pengelolaan yang lebih tertata. Menurutnya, pekerja migran kini bisa memilah penghasilan untuk tabungan, cicilan utang, kebutuhan keluarga, hingga rencana investasi.

"Gajinya sudah bisa dipilah berapa untuk ditabung, berapa untuk bayar utang, berapa untuk keluarga, berapa untuk rencana investasi," kata Fachri dalam acara penandatanganan kerja sama Women's World Banking dan KP2MI di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Regional Director Southeast Asia Women's World Banking Angelique Timmer menyoroti peran bank dalam mengubah literasi keuangan menjadi kemampuan nyata. Ia menekankan pentingnya kontrol atas dana yang diterima dari luar negeri agar memberi manfaat bagi keluarga.

"Bank memainkan peran yang sangat penting untuk membawa literasi keuangan menjadi kemampuan, termasuk bagaimana mengontrol saat mereka mendapatkan uang dari luar negeri sehingga uang tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga," ujar Angelique di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

BNI dan CIMB Niaga Ikut Raup Cuan

PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatat pendapatan fee remitansi Rp 138 miliar pada semester I 2026. Capaian itu naik 2,8% dari Rp 134 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

PT Bank CIMB Niaga Tbk menorehkan pertumbuhan lebih tajam. Fee remitansi perseroan tumbuh 105% secara tahunan pada kuartal II 2026, dengan kontribusi 4% terhadap total fee and commission income secara year-to-date.

BRI Garap Pasar Taiwan

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperluas bisnis remitansi dengan menyasar pekerja migran di Taiwan. Perusahaan meluncurkan BRImo Taiwan di New Taipei City Hall pada Minggu (23/8).

Sampai akhir Juli 2026, transaksi remitansi Taiwan-Indonesia melalui BRI mencapai sekitar US$ 490 juta. Lebih dari 3.400 rekening telah dilayani perseroan di negara tersebut.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan kehadiran perseroan di Taiwan bukan sekadar menyediakan layanan perbankan. Menurutnya, langkah itu memperkuat konektivitas finansial diaspora dengan Tanah Air.

"Kami ingin BRI menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan finansial diaspora di Taiwan dengan keluarga dan berbagai kebutuhan finansial di Indonesia," ujar Dhanny dalam keterangan resminya, Selasa (25/8/2026).

Program Pendampingan bagi PMI Aktif

Bank Mandiri menjalankan Program Kelompok Belajar (Pokjar) yang telah menjangkau 21.074 pekerja migran aktif di berbagai negara tujuan. Program itu mencakup edukasi literasi keuangan, akses layanan perbankan formal, serta kemudahan remitansi lewat Mandiri International Remittance di Malaysia.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menyebut perluasan akses keuangan, pembiayaan produktif, dan penguatan kapasitas UMKM menjadi fokus perseroan. "Melalui perluasan akses keuangan, pembiayaan produktif, pemberdayaan PMI, dan penguatan kapasitas UMKM, kami ingin terus berkontribusi membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan lestari," ujar Henry dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (17/9/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index