Komitmen BRI Wujudkan Perluasan Kepemilikan Rekening Perbankan

Rabu, 09 September 2026 | 12:51:29 WIB
BRI siap mendukung arahan Presiden Prabowo untuk memperluas kepemilikan rekening bank, meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat Indonesia. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut mengumumkan kesiapannya dalam menyokong instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto guna memperluas kepemilikan rekening bank di tengah masyarakat.

Perusahaan pelat merah sektor perbankan tersebut menilai bahwa inisiatif ini merupakan elemen krusial untuk menggenjot inklusi serta literasi keuangan, sekaligus memastikan warga semakin terintegrasi dengan ekosistem finansial resmi.

"BRI menyambut baik dan siap mendukung arahan Presiden untuk semakin memperluas kepemilikan rekening masyarakat Indonesia," kata dari Sumbernya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9) dilansir dari Antara.

Hery berpandangan bahwa seruan dari kepala negara tidak sebatas perihal pembukaan rekening semata, melainkan memastikan lebih banyak warga yang dapat masuk ke dalam sistem keuangan formal serta mendapatkan akses layanan keuangan.

Lebih lanjut, pemerataan akses tersebut wajib dibarengi dengan edukasi serta peningkatan pemahaman finansial agar masyarakat mengerti kegunaan layanan bank serta kian terbiasa melakukan transaksi secara digital.

Dengan begitu, kepemilikan rekening diharap bertindak sebagai gerbang utama menuju fasilitas finansial yang lebih luas mulai dari transaksi pembayaran, menabung, menyerap dana program pemerintah, hingga nantinya mampu menjangkau ragam produk serta layanan keuangan sesuai profil masing-masing nasabah.

Hery memandang bahwa perluasan kepemilikan rekening ini membawa pengaruh besar bagi penguatan roda ekonomi kerakyatan.

Makin banyak warga yang terlibat dalam ekosistem keuangan formal, maka makin tinggi pula potensi mewujudkan aktivitas ekonomi yang inklusif serta terdigitalisasi.

Bagi para pelaku usaha skala mikro serta UMKM, rekening bank tidak sekadar berfungsi sebagai tempat menyimpan uang, melainkan sanggup menjadi komponen rekam jejak transaksi yang berujung pada kemudahan memperoleh fasilitas pembiayaan.

Di sisi lain, penggunaan sarana pembayaran digital semacam QRIS pun diyakini sanggup semakin meleburkan masyarakat serta pelaku UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital.

Pemerintah sendiri menyatakan bahwa pemanfaatan QRIS menjadi salah satu instrumen yang disiapkan demi memaksimalkan kenaikan inklusi keuangan tanah air.

"BRI memandang arahan Presiden ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap rekening dan aktif menggunakannya, kami bukan hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga membuka akses yang lebih besar terhadap aktivitas ekonomi formal dan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan," kata dari Sumbernya.

Sampai pengujung kuartal II 2026, tercatat BRI menaungi 131 juta nasabah perorangan.

Sementara itu, jumlah pengguna aktif aplikasi super BRImo telah menembus angka 49,7 juta pengguna.

Pihak perusahaan juga didukung oleh 7.377 titik unit kantor layanan, 637 ribu e-channel, serta 1,13 juta Agen BRILink yang berhasil menembus lebih dari 60 ribu desa.

"BRI memiliki pengalaman panjang dalam melayani masyarakat hingga ke segmen ultramikro dan wilayah pelosok. Infrastruktur yang kami miliki, mulai dari jaringan kantor, e-channel, BRILink Agen hingga BRImo, akan terus kami optimalkan sehingga layanan perbankan semakin dekat, mudah, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat," kata dari Sumbernya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah memberikan instruksi kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) supaya proaktif membuatkan rekening bagi warga.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menerangkan bahwa Presiden menghendaki seluruh penduduk Indonesia mempunyai rekening koran.

"Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9).

Airlangga membeberkan bahwa mekanisme tersebut nantinya akan berpedoman pada basis data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Ia menerangkan bahwa data dari Dukcapil tersebut bakal disinkronkan dengan sistem yang dikelola oleh Bank Indonesia.

"Terutama untuk payment sistemnya, dan yang kedua gateway sistemnya, jadi menggunakan QRIS. Nah ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusi keuangan kami bisa mencapai seoptimal mungkin, lebih tinggi dari yang sudah kami capai," ungkap Airlangga.

Terkini