KrediOne Salurkan Rp 572 Miliar ke Bali, Dorong Literasi Fintech untuk UMKM

Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — Bali menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas UMKM yang beragam, mulai dari sektor pertanian, kerajinan, hingga pariwisata. Tingginya dinamika usaha ini mendorong kebutuhan akan akses pembiayaan alternatif di luar perbankan konvensional.

KrediOne, perusahaan financial technology (fintech) peminjaman, merespons kebutuhan tersebut dengan memperluas jangkauan layanannya. Hingga Juli 2026, perusahaan mencatat penyaluran pendanaan sebesar Rp 572 miliar di Provinsi Bali.

Angka Penyaluran dan Target Pasar

Secara nasional, total penyaluran pendanaan KrediOne telah menembus angka Rp 19 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan signifikan layanan pendanaan digital di tengah meningkatnya kebutuhan modal kerja masyarakat.

Kuseryansyah, CEO KrediOne, menegaskan bahwa akses pendanaan yang luas harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai. "Akses pendanaan perlu diikuti pemahaman yang memadai mengenai penggunaannya. Literasi menjadi bagian penting agar masyarakat dan pelaku usaha dapat mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan dan mengelolanya secara bertanggung jawab," ujarnya dalam keterangan akhir pekan lalu.

Kolaborasi dengan Petani Jambu Kristal Tabanan

Sebagai bentuk komitmen mendukung pelaku usaha lokal, KrediOne menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kelompok Tani Jambu Kristal Tabanan, Bali. Kerja sama ini dirancang untuk menyesuaikan skema pembiayaan dengan kebutuhan spesifik sektor pertanian.

"Kami berharap, kerja sama ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani dan mendukung pengembangan usaha mereka," kata Kuseryansyah. Langkah ini menjadi contoh konkret bagaimana industri fintech menjangkau sektor usaha produktif di daerah.

Forum Industri dan Perluasan Ekosistem

Upaya kolaborasi ini mengemuka dalam ajang Fintech Lending Days (FLD) 2026 yang digelar pekan lalu. Acara tersebut mempertemukan lebih dari 200 peserta dari ekosistem penyelenggara pendanaan digital (Pindar) dan mitra strategis.

Berbagai agenda seperti strategic forum, business matching, networking session, hingga industry showcase digelar untuk menjembatani kebutuhan pelaku usaha dengan layanan fintech. Forum ini juga menjadi wadah diskusi antara regulator, asosiasi, dan pelaku industri mengenai perkembangan ekonomi daerah.

Kehadiran layanan pendanaan digital memang membuka alternatif baru bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan formal. Namun, tanpa literasi yang baik, kemudahan akses justru berisiko menjerat peminjam dalam masalah keuangan jangka panjang.

Oleh karena itu, kolaborasi antara penyedia layanan, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi kunci. Dengan pendekatan yang tepat, fintech lending dapat berperan optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengabaikan aspek perlindungan konsumen.

Terkini

Fitch Soroti Risiko Kuasi Fiskal Danantara 2027

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

Alih Status Guru PPPK Beri Kelonggaran Fiskal

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

BNI Helat wondrX 2026 Bagikan Mobil Mewah

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

BNI Hadirkan Akses Eksklusif Tiket Konser Andrea Bocelli

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB

Posko Peduli BNI Dampingi Anak Korban Gempa NTT Tersenyum

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07:22 WIB