FINANSIALFOKUS.COM — Sejarah mencatat hal baru di Bank Indonesia. Lembaga yang berdiri sejak 1953 ini untuk pertama kalinya akan dipimpin seorang perempuan dalam posisi tertinggi gubernur.
Destry Damayanti resmi dilantik pada 2 September 2026. Sebelumnya, ia menjabat Deputi Gubernur Senior dan terlibat langsung dalam perumusan kebijakan moneter serta sistem pembayaran.
Rekam Jejak Panjang, dari Dunia Akademik sampai Pasar Keuangan
Destry bukan nama asing di kancah ekonomi Indonesia. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini melanjutkan studi di Cornell University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science bidang Regional Science.
Kariernya bermula sebagai peneliti dan pengajar di almamaternya. Ia kemudian meniti karier di Kementerian Keuangan, lalu Citibank. Destry juga sempat menjadi penasihat ekonomi senior untuk Duta Besar Inggris bagi Indonesia serta duduk di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dengan latar tersebut, pemahamannya terhadap ekonomi nasional tidak setengah-setengah. Ia memahami kebijakan fiskal, pasar keuangan, perbankan, hingga sistem penjaminan simpanan.
PIM: Pengakuan atas Kapasitas, Bukan Sekadar Simbol
Keputusan ini disambut Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro. Menurutnya, terpilihnya Destry menjadi bukti ruang kepemimpinan perempuan semakin terbuka di institusi negara.
"Ini tentu membanggakan bagi perempuan Indonesia. Kepemimpinan perempuan bukan lagi sebatas representasi, tetapi harus berbicara tentang kompetensi, kapasitas dan kemampuan mengambil keputusan. Ibu Destry telah menunjukkan itu melalui perjalanan kariernya," ujar Lana dalam keterangan resminya.
Lana pun menilai rekam jejak Destry menjadi pertimbangan penting Presiden Prabowo Subianto. Ia bukan sosok yang tiba-tiba muncul, tetapi teruji di berbagai institusi strategis.
"Saya kira rekam jejak dan kompetensi Ibu Destry menjadi pertimbangan penting Presiden Prabowo Subianto. Beliau bukan figur yang tiba-tiba muncul, tetapi sosok yang sudah sangat panjang berkecimpung di dunia ekonomi, keuangan dan kebijakan publik," tegas Lana.
Literasi Keuangan Perempuan dan Harapan Inklusi ke Depan
PIM dan Destry telah lama berinteraksi. Saat masih menjabat Deputi Gubernur Senior BI, Destry aktif mendorong edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat, termasuk perempuan pelaku UMKM. Organisasi PIM kerap terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut.
Lana melihat pengalaman itu menjadi modal Destry menjelaskan kebijakan bank sentral dengan bahasa yang mudah diterima masyarakat.
"Yang kami lihat, Ibu Destry mampu menjelaskan persoalan ekonomi dan keuangan dengan perspektif yang bisa diterima masyarakat. Ini penting karena kebijakan bank sentral pada akhirnya memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat," jelasnya.
Ia berharap kepemimpinan Destry semakin memperkuat ekonomi yang inklusif. Perempuan harus mudah mengakses informasi keuangan, pembiayaan, dan teknologi finansial. Terlebih, kini banyak perempuan berperan sebagai pelaku usaha dan penggerak ekonomi keluarga.
"Perempuan hari ini bukan hanya mengelola keuangan keluarga. Banyak perempuan menjadi pelaku UMKM, entrepreneur dan penggerak ekonomi. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, sistem pembayaran digital, akses pembiayaan dan investasi yang sehat harus terus diperkuat," ujar Lana.
Dengan latar panjang di sektor keuangan serta dukungan berbagai organisasi, kepemimpinan Destry di BI diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga membuka akses layanan keuangan bagi kelompok yang selama ini belum tersentuh secara optimal.