FINANSIALFOKUS.COM — Peresmian Desa Siaga Bencana di Jambur Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, itu bukan seremoni belaka. Ia menjadi puncak dari pelatihan intensif yang digelar PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara (UID Sumut) pada 28–29 Agustus 2026. Warga setempat dibekali teknik pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), penyelamatan di ketinggian (vertical rescue), hingga penyelamatan di air (water rescue). Simulasi penanganan kondisi darurat juga dijalankan agar warga tidak canggung saat menghadapi kejadian nyata.
Pelatihan yang Menyentuh Kebutuhan Nyata
Kegiatan pelatihan itu dirancang dengan mempertimbangkan karakter alam Batu Mbelin. Desa ini dikelilingi perbukitan dan dialiri sungai, sehingga risiko longsor dan banjir bandang selalu mengintai. Dengan keterampilan yang diberikan, warga diharapkan tidak panik dan mampu melakukan respons awal sebelum tim profesional tiba.
PLN tidak sekadar menyerahkan peralatan. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menekankan pembangunan kapasitas manusia. "Kami membangun kemandirian serta budaya sadar bencana di tengah masyarakat," kata Manager PLN UP3 Bukit Barisan Megantara Vilanda Setyawan, mewakili General Manager PLN UID Sumut Rizky Mochamad.
Kondisi Alam yang Menuntut Kesiapsiagaan
Menurut Rizky, posisi geografis Batu Mbelin membuat kesiapsiagaan warga menjadi elemen krusial. Bukan hanya untuk menyelamatkan diri sendiri, tapi juga tetangga dan lingkungan sekitar. Keberadaan BPBD dalam program ini memastikan pelatihan yang diberikan sesuai standar penanggulangan bencana nasional.
Melalui desa siaga ini, warga memiliki struktur organisasi yang jelas saat darurat. Ada pembagian peran mulai dari evakuasi, pertolongan pertama, hingga koordinasi dengan aparat desa dan BPBD. Dengan begitu, waktu respons terhadap bencana bisa ditekan seminimal mungkin.
Arah Jangka Panjang
Program ini menjadi contoh kolaborasi BUMN dengan pemerintah daerah dalam mitigasi bencana berbasis komunitas. PLN UID Sumut berkomitmen melanjutkan pendampingan, bukan berhenti di hari peresmian. Ke depan, warga diharapkan bisa menjadi pelatih bagi desa-desa lain yang menghadapi ancaman serupa.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa keselamatan warga adalah bagian dari tanggung jawab perusahaan, terutama bagi BUMN yang beroperasi di wilayah rawan bencana. Batu Mbelin kini memiliki bekal nyata—bukan sekadar prosedur di atas kertas—untuk menghadapi apa pun yang datang dari alam.