Semar Nusantara Jumat 3 Juli 2026 Harga Perhiasan 24K Rp2,466 Juta Buyback Stabil

Semar Nusantara Jumat 3 Juli 2026 Harga Perhiasan 24K Rp2,466 Juta Buyback Stabil
Ilustrasi Emas Perhiasan (sumber foto: NET)

JAKARTA – Harga emas perhiasan Semar Nusantara pada Jumat (3/7/2026) masih mengacu pada pembaruan terakhir yang dipublikasikan pada Selasa (30/6/2026), karena laman resmi semar.co.id belum menampilkan tabel harga baru. Berdasarkan data tersebut, emas perhiasan kadar 24K (SMG Press) dijual Rp2.466.000 per gram, dengan harga buyback di kisaran Rp2.348.000 per gram.

Semar Nusantara dikenal sebagai produsen emas perhiasan lokal dengan sistem buyback fleksibel, yang membedakan harga berdasarkan kondisi emas seperti “SMG Press Lama”, “SMG Non Press”, hingga “SMG Press 24K”.

Berikut rincian harga emas Semar Nusantara per 30 Juni 2026:

BeratBuyback SMG Press LamaBuyback SMG Non PressJual SMG Press 24KBuyback SMG Press 24K
1 grRp2.219.000Rp2.240.000Rp2.466.000Rp2.348.000
2 grRp4.488.000Rp4.480.000Rp4.834.000Rp4.688.000
3 grRp6.804.000Rp6.720.000Rp7.251.000Rp7.071.000
5 grRp11.400.000Rp11.200.000Rp11.975.000Rp11.675.000
10 grRp22.680.000Rp22.400.000Rp23.720.000Rp23.250.000
25 grRp56.600.000Rp56.000.000Rp58.750.000Rp57.750.000
50 grRp113.200.000Rp112.000.000Rp117.500.000Rp115.500.000
100 grRp226.400.000Rp224.000.000Rp235.000.000Rp231.000.000


Perbedaan kategori harga ini mencerminkan kondisi fisik dan metode produksi emas. “SMG Press Lama” merujuk pada cetakan lama, “SMG Non Press” pada emas tanpa metode pengepresan standar, sedangkan “SMG Press 24K” menunjukkan emas kadar tertinggi yang baru dicetak.

Harga jual selalu lebih tinggi dibandingkan dengan buyback karena mencerminkan margin toko serta biaya operasional dan sertifikasi. Dengan sistem ini, Semar Nusantara memberi fleksibilitas bagi konsumen dalam berinvestasi maupun menjual kembali emas perhiasan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index

Terkini

Index
Aset Asuransi Syariah Rp 51,51 Triliun, Pangsa Baru 5,32 Persen
Aset Asuransi Syariah Rp 51,51 Triliun, Pangsa Baru 5,32 Persen