JAKARTA – Investor asing kembali mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7/2026). Total net sell asing hari itu mencapai Rp237,8 miliar, sehingga akumulasi sepanjang tahun bertambah menjadi Rp74,4 triliun berdasarkan data BEI.
Net sell terbesar di pasar reguler kembali menimpa saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dengan nilai Rp194,6 miliar. Selain BBRI, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga dilepas asing dengan net sell Rp82,69 miliar.
Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) asing terbesar terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp143,1 miliar, serta saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net buy Rp83,9 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 49,4 poin atau 0,8 persen ke level 5.744,5. Sebanyak 418 saham naik, 230 saham turun, dan 311 saham stagnan, dengan total nilai transaksi mencapai Rp11 triliun.
Mayoritas sektor saham menguat, dipimpin sektor perindustrian 2,9 persen, transportasi 2,2 persen, barang baku 2,1 persen, barang konsumen primer 1,7 persen, properti 1 persen, teknologi 0,8 persen, keuangan 0,7 persen, energi 0,1 persen, dan infrastruktur 0,03 persen. Sementara sektor kesehatan turun 0,4 persen dan barang konsumen nonprimer melemah 0,3 persen.
Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG ditopang oleh sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, bursa regional Asia cenderung menguat, pasar mencermati negosiasi Amerika Serikat dengan Iran serta sinyal suku bunga acuan The Fed.
Pasar juga menyoroti perkembangan perdamaian AS–Iran di Qatar. Harga minyak kembali mendekati level sebelum perang karena pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai pulih, menandakan kemajuan pembicaraan damai dan meredakan kekhawatiran pasokan energi.
Dari internal, turunnya harga minyak dunia dinilai akan mengurangi tekanan fiskal, meringankan beban subsidi BBM, dan memberi ruang penurunan harga BBM nonsubsidi.