JAKARTA – Pasar aset kripto domestik kembali menunjukkan penguatan pada Jumat (3/7/2026). Berdasarkan data perdagangan indeks CFX10, pergerakan harga aset kripto naik 0,76 persen dalam 24 jam terakhir ke level 730,09, menandakan sentimen investor mulai membaik meski volatilitas global masih membayangi.
Kenaikan ini memperpanjang tren positif dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Pada 26 Juni 2026, CFX10 berada di level 711,73 sehingga dalam sepekan indeks telah menguat sekitar 2,58 persen. Namun, dibandingkan dengan posisi sebulan lalu di 783,48, indeks masih terkoreksi 6,81 persen, menandakan pasar kripto Indonesia masih dalam fase konsolidasi.
CFX10 merupakan indeks acuan Bursa Kripto Indonesia yang terdiri atas 10 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. Bitcoin (BTC) tetap menjadi penopang utama dengan harga Rp1,10 miliar per koin, naik 0,39 persen dalam 24 jam terakhir.
Ethereum (ETH) naik 3,7 persen ke Rp30,58 juta, BNB naik 0,79 persen, XRP menguat 2,01 persen, dan Solana (SOL) bertambah 2,4 persen.
Performa paling mencolok datang dari Cardano (ADA) yang melesat 5,97 persen, menjadi kenaikan tertinggi di antara konstituen CFX10. Disusul Hyperliquid (HYPE) yang menguat 4,54 persen, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset digital di luar kripto utama.
Dogecoin (DOGE) naik 1,41 persen, Bitcoin Cash (BCH) bertambah 0,89 persen, dan TRON (TRX) mencatat kenaikan tipis 0,47 persen.
Meski mayoritas aset kripto berada di zona hijau, posisi CFX10 masih jauh dari level tertinggi tahunannya di 1.127,42 pada 15 Januari 2026. Sebaliknya, indeks sempat menyentuh titik terendah tahunan di 682,24 pada 6 Februari 2026 sebelum perlahan kembali pulih.