JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot Kamis (2/7/2026) siang terpantau melemah dan makin dekat ke level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Hingga pukul 11.50 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.995 per dolar AS, turun 0,24 persen dibanding penutupan Rabu (1/7/2026) di Rp17.952 per dolar AS.
Dengan pelemahan tersebut, rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada perdagangan tengah hari. Hampir seluruh mata uang Asia justru menguat terhadap dolar AS.
Rincian pergerakan mata uang Asia:
Rupee India: naik 0,28 persen (terkuat di Asia)
Ringgit Malaysia: naik 0,25 persen
Baht Thailand: naik 0,16 persen
Yen Jepang: naik 0,1 persen
Dolar Taiwan: naik 0,08 persen
Yuan China: naik 0,08 persen
Peso Filipina: naik 0,06 persen
Dolar Singapura: naik 0,05 persen
Won Korea Selatan: turun 0,16 persen
Dolar Hong Kong: stabil dengan kecenderungan melemah tipis
Pelemahan rupiah di tengah mayoritas mata uang Asia yang menguat menunjukkan tekanan eksternal masih kuat, terutama dari ekspektasi kebijakan suku bunga AS dan pergerakan dolar global. Rupiah kini terancam kembali menembus level Rp18.000 per dolar AS jika tren pelemahan berlanjut sepanjang hari.