KUR BRI Cair Rp12,71 Triliun, Syarat dan Panduan Pengajuan UMKM 2026

KUR BRI Cair Rp12,71 Triliun, Syarat dan Panduan Pengajuan UMKM 2026
Ilustrasi KUR BRI (sumber foto: NET)

JAKARTA - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tahun 2026 kembali mencatat penyaluran besar. Hingga Juni, BRI telah menyalurkan Rp12,71 triliun kepada 226.695 debitur, menjadikannya penyalur KUR terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Ujarnya, calon debitur KUR BRI harus memenuhi sejumlah syarat tertentu. Di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan e-KTP yang masih berlaku, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, serta memiliki usaha produktif yang telah berjalan sekurang-kurangnya enam bulan. Katanya, pemohon juga tidak boleh sedang menerima kredit produktif di bank lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau KKB dengan status lancar.

Selain itu, tutur pihak BRI, calon debitur wajib memiliki riwayat kredit yang baik berdasarkan catatan SLIK OJK. Legalitas usaha juga harus jelas, dibuktikan dengan NIB, IUMK, atau Surat Keterangan Usaha (SKU). Untuk pengajuan pinjaman dengan plafon di atas Rp50 juta, NPWP menjadi dokumen wajib.

Sebelum mengajukan KUR, pemohon perlu menyiapkan dokumen administrasi seperti e-KTP, Kartu Keluarga, surat nikah bagi yang sudah menikah, NPWP untuk plafon tertentu, serta dokumen legalitas usaha. Dokumen tambahan bisa diminta sesuai hasil analisis pihak bank.

Jenis KUR BRI yang tersedia meliputi KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp10 juta, KUR Mikro di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta, dan KUR Kecil di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta. Besaran plafon bergantung pada hasil analisis kelayakan usaha dan kemampuan pembayaran debitur.

Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan melalui kantor cabang atau unit kerja BRI terdekat. Setelah dokumen diterima, petugas akan melakukan verifikasi administrasi, pengecekan riwayat kredit, serta survei usaha. Apabila hasil penilaian memenuhi ketentuan, pinjaman akan diproses hingga pencairan dana.

KUR BRI banyak diminati karena bunga rendah berkat subsidi pemerintah, plafon besar, dan tenor fleksibel. Dengan realisasi Rp12,71 triliun kepada lebih dari 226 ribu debitur, program ini terbukti menjadi instrumen penting bagi pembiayaan UMKM di 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index