PRAGUE - Bank Nasional Ceko memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap pada level 3,50 persen pada hari Kamis. Langkah ini diambil sesuai dengan ekspektasi pasar, seiring dengan upaya para pembuat kebijakan dalam memantau secara ketat tekanan inflasi yang dipicu oleh konflik di wilayah Timur Tengah.
Dewan bank sentral tersebut sepakat untuk tidak mengubah suku bunga repo dua minggu dari level saat ini. Posisi suku bunga tersebut telah bertahan selama satu tahun terakhir setelah berakhirnya siklus pelonggaran sebesar 350 basis poin yang telah selesai pada Mei 2025 yang lalu.
Ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah telah mengakibatkan gangguan pada jalur perairan global utama yang menjadi rute pengiriman minyak dan gas. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga bahan bakar serta menciptakan tekanan ke atas terhadap angka inflasi di wilayah tersebut.
Para pembuat kebijakan moneter di Ceko memberikan indikasi bahwa mereka siap untuk merespons segala bentuk perubahan kondisi ekonomi. Meski demikian, untuk saat ini mereka belum melihat adanya kebutuhan yang mendesak untuk menaikkan suku bunga. Pihak bank akan terus memantau dampak sekunder secara cermat, termasuk potensi percepatan tuntutan kenaikan upah atau kenaikan harga secara lebih luas di luar biaya energi.