Transaksi QR Antar Negara Melonjak 137%, Bank Mandiri Sasar Pasar Tiongkok

Transaksi QR Antar Negara Melonjak 137%, Bank Mandiri Sasar Pasar Tiongkok
Gedung Bank Mandiri

JAKARTA – Bank Mandiri resmi memperluas jangkauan fitur QR Antar Negara ke Tiongkok guna memfasilitasi lonjakan transaksi luar negeri nasabah yang tumbuh 137% hingga Maret 2026.

Langkah strategis ini diambil untuk memberikan pengalaman pembayaran yang lebih praktis bagi warga negara Indonesia yang sedang melakukan perjalanan di salah satu pusat ekonomi dunia tersebut.

Tren transaksi luar negeri nasabah Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan, seiring meningkatnya mobilitas global dan adopsi pembayaran digital.

Sejalan dengan tren tersebut, Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung inisiatif Bank Indonesia.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui perluasan konektivitas QRIS lintas negara, salah satunya melalui ekspansi layanan QR Antar Negara ke Tiongkok di Livin’ by Mandiri.

Ekspansi ini didukung oleh kinerja transaksi luar negeri yang terus tumbuh pesat di awal tahun, mencerminkan akselerasi yang bertumbuh dalam adopsi transformasi digital.

Layanan QR Antar Negara mencatat lonjakan nilai transaksi sebesar 137% secara tahunan (YoY) hingga mencapai Rp 54 miliar hingga Maret 2026.

Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan nasabah terhadap solusi pembayaran internasional yang terintegrasi dalam satu platform digital.

Melalui fitur ini, nasabah kini dapat bertransaksi di jutaan merchant di Tiongkok tanpa perlu menukar uang tunai maupun melakukan konversi mata uang manual.

Nasabah cukup melakukan scan QR Bayar Livin’ pada merchant berlogo UnionPay atau Alipay untuk menyelesaikan transaksi secara cepat.

Proses pembayaran bahkan dapat dilakukan tanpa login terlebih dahulu sehingga menghadirkan pengalaman transaksi yang semakin mudah dan seamless.

Sinergi ekosistem layanan ini memastikan kenyamanan finansial bagi nasabah yang sedang berada di luar negeri tanpa hambatan birokrasi perbankan.

Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, menyampaikan bahwa ekspansi ini merupakan respons strategis terhadap peningkatan kebutuhan transaksi global nasabah.

Kebutuhan tersebut selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong integrasi ekonomi melalui digitalisasi sistem pembayaran lintas batas negara.

“Pertumbuhan transaksi lintas negara yang sangat signifikan menunjukkan adanya pergeseran perilaku nasabah ke arah pembayaran digital global. Ekspansi ke Tiongkok menjadi langkah penting untuk memastikan nasabah dapat bertransaksi secara mudah dan seamless di salah satu destinasi dengan ekosistem pembayaran digital terbesar di dunia,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jan dalam keterangan resmi yang dirilis oleh pihak perseroan pada hari Jumat lalu.

Selain kemudahan transaksi lewat kode QR, Bank Mandiri juga menghadirkan layanan pendukung berupa pembukaan rekening multicurrency Yuan (CNY).

Rekening ini terhubung langsung dengan Mandiri Debit untuk memberikan fleksibilitas lebih dalam mengelola kebutuhan finansial di luar negeri.

Nasabah dapat melakukan tarik tunai di berbagai mesin ATM yang memiliki logo Visa di Tiongkok tanpa dikenakan konversi kurs saat itu.

Hal ini memberikan nilai tambah bagi nasabah yang menginginkan kepastian biaya saat melakukan manajemen keuangan di mancanegara.

Ekspansi ke Tiongkok ini melengkapi kehadiran QR Antar Negara di berbagai negara lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.

Jaringan yang semakin luas ini memperkuat posisi Bank Mandiri dalam membangun jaringan pembayaran global berbasis sinergi yang terintegrasi penuh.

Secara keseluruhan, aplikasi Livin’ by Mandiri terus menunjukkan kinerja solid dengan total pengguna yang menembus lebih dari 39,1 juta orang.

Hingga Maret 2026, total nilai transaksi pada platform tersebut dilaporkan telah mencapai angka sebesar Rp1.200 triliun.

Adopsi teknologi QRIS juga tumbuh kuat dengan jumlah 9,9 juta pengguna atau mengalami kenaikan sebesar 41% dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai transaksi melalui QRIS tercatat mencapai Rp 64 triliun atau melesat tajam sebesar 76% secara tahunan di periode yang sama.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas cakupan fitur QR Antar Negara ke berbagai destinasi strategis internasional lainnya.

Hal ini dilakukan seiring dengan terus meningkatnya tren transaksi lintas negara oleh masyarakat Indonesia di masa pemulihan mobilitas global.

Fokus utama perseroan adalah menyediakan solusi pembayaran digital yang semakin praktis, aman, dan terintegrasi untuk kebutuhan harian nasabah.

Dengan inovasi ini, Bank Mandiri berharap dapat terus menjadi pemimpin dalam transformasi perbankan digital di kawasan Asia Tenggara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index