Airlangga Optimalkan Kebijakan Fiskal Guna Redam Gejolak Global

Airlangga Optimalkan Kebijakan Fiskal Guna Redam Gejolak Global
Arlangga Hartato

JAKARTA – Menteri Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan fiskal akan dioptimalkan demi mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen serta menjadi pelindung global.

Langkah strategis ini difokuskan untuk memastikan seluruh mesin pertumbuhan tetap berjalan meski berada di tengah ketidakpastian situasi ekonomi mancanegara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kebijakan fiskal akan terus dioptimalkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dengan target 5,4 persen.

Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola anggaran negara agar dapat memberikan dampak langsung bagi stabilitas finansial di tanah air.

”Kebijakan fiskal akan dioptimalkan untuk menjaga dan melanjutkan momentum pencapaian target pertumbuhan sepanjang 2026 sebesar 5,4 persen dan menjadi buffer gejolak ekonomi global di antaranya,“ sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Airlangga dalam kesempatan Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2026 yang digelar di kantornya.

Acara yang berlangsung pada hari Selasa tersebut menyoroti bagaimana instrumen keuangan pusat harus mampu menjadi bantalan bagi masyarakat luas.

Berbagai kebijakan fiskal yang telah disiapkan mencakup penyaluran dana hingga dukungan subsidi yang sangat masif bagi sektor-sektor krusial.

Berbagai kebijakan tersebut, kata Airlangga, antara lain penyaluran gaji ke-13 ASN sesuai Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2026.

Alokasi anggaran yang disiapkan untuk pembayaran tunjangan bagi aparatur sipil negara tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 55 triliun.

Penyuntikan dana melalui sektor rumah tangga ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli serta memicu perputaran uang di pasar domestik.

Selain itu, pemerintah juga sedang melakukan akselerasi bantuan pangan yang dijadwalkan berlangsung pada periode April hingga Juni 2026.

Program bantuan pangan tersebut ditujukan bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat yang tersebar di seluruh pelosok wilayah Indonesia.

Kecepatan distribusi bantuan sosial menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Kebijakan lainnya yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan pemberian subsidi dan kompensasi energi yang tetap dipertahankan oleh negara.

Dalam APBN 2026, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 356,8 triliun khusus untuk memastikan harga energi tetap terjangkau.

Besarnya alokasi dana ini menunjukkan keberpihakan pemerintah dalam melindungi daya tahan ekonomi warga dari kenaikan harga komoditas global.

Airlangga menekankan bahwa koordinasi antarlembaga akan terus diperkuat guna memastikan seluruh program tersebut berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Optimisme terhadap pencapaian target 5,4 persen tetap terjaga berkat fondasi fiskal yang dikelola dengan sangat hati-hati dan transparan.

Setiap rupiah dari anggaran negara diarahkan untuk menjadi penggerak produktivitas yang mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk.

Dukungan fiskal yang kuat juga diharapkan mampu memitigasi dampak negatif dari perang dagang maupun konflik geopolitik internasional.

Pemerintah percaya bahwa dengan konsumsi domestik yang stabil, ekonomi Indonesia akan tetap tangguh menghadapi berbagai skenario buruk di masa depan.

Oleh karena itu, pengawasan terhadap realisasi belanja negara di setiap kuartal menjadi prioritas utama kementerian koordinator bidang perekonomian.

Momentum pertumbuhan yang sudah diraih pada awal tahun 2026 ini akan terus dikawal ketat hingga akhir periode anggaran nanti.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk nyata dari pengelolaan kebijakan fiskal yang inklusif serta menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Sinergi antara kebijakan pusat dan daerah juga diharapkan dapat mempercepat penyerapan dana stimulus yang telah disiapkan pemerintah.

Evaluasi berkala terus dilakukan untuk menyesuaikan arah kebijakan dengan kondisi lapangan yang dinamis di setiap daerah.

Melalui pendekatan yang terukur, pemerintah optimis bahwa seluruh indikator ekonomi makro akan tetap berada pada jalur yang benar.

Ketahanan nasional dalam bidang ekonomi menjadi fokus utama yang tidak dapat ditawar di tengah persaingan pasar yang kian kompetitif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index