JAKARTA - Bank Syariah Nasional (BSN) menargetkan penyaluran 73.700 unit KPR subsidi pada 2026 dengan menggandeng REI guna memperkuat pembiayaan perumahan berbasis syariah.
Langkah kolaboratif ini diambil untuk memastikan target pertumbuhan yang signifikan dalam sektor properti syariah di Indonesia.
PT Bank Syariah Nasional (BSN) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Realestat Indonesia (REI) guna mempercepat penyaluran pembiayaan rumah.
Fokus utama dari sinergi ini adalah memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi.
Pihak perbankan memproyeksikan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi bisa menyentuh angka 73.700 unit sepanjang tahun 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 34,8% jika dibandingkan dengan total realisasi yang dicapai pada tahun sebelumnya.
Untuk merealisasikan target yang cukup agresif tersebut, anak usaha PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) ini merasa perlu bersinergi dengan REI.
Sinergi ini diharapkan mampu menyelaraskan program perbankan dengan penyediaan unit rumah dari para pengembang yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BSN dan REI telah dilaksanakan di Bandar Lampung pada Selasa (5/5/2026).
Momen penting ini dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-54 Realestat Indonesia.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan dan target besar yang ingin dicapai perusahaan.
"sebagai bagian dari BTN Group, Bank BSN menargetkan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit pada tahun 2026, naik 34,8% dari realisasi tahun sebelumnya," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Alex Sofjan Noor juga memaparkan bahwa kolaborasi ini memiliki tujuan untuk memperkokoh fondasi pembiayaan perumahan yang menggunakan prinsip-prinsip syariah.
"Kolaborasi dengan REI bertujuan memperkuat pembiayaan perumahan berbasis syariah sekaligus mendorong pengembangan ekosistem hunian yang terintegrasi dan berkelanjutan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dengan adanya payung hukum kerja sama ini, BSN yakin inklusi keuangan syariah di Indonesia akan semakin mengalami peningkatan.
Akses bagi masyarakat luas untuk memiliki hunian yang layak dan terjangkau pun kini diharapkan menjadi jauh lebih terbuka.
Integrasi antara ketersediaan lahan dari pengembang dan kesiapan pembiayaan dari perbankan menjadi kunci utama kesuksesan program ini.
REI sebagai organisasi pengembang tertua di tanah air memiliki peran vital dalam mendukung ketersediaan unit rumah yang sesuai standar pemerintah.
Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem hunian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menciptakan kawasan pemukiman yang terintegrasi dengan baik bagi para debitur.
Target kenaikan sebesar 34,8% YoY merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi BSN untuk memperkuat posisi di pasar perbankan syariah.
Pertumbuhan yang konsisten ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk pembiayaan perumahan yang bebas riba.
BSN terus melakukan inovasi layanan agar proses administrasi bagi calon pemilik rumah bersubsidi menjadi semakin mudah dan transparan.
Dukungan dari induk usaha, yaitu PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., memberikan kekuatan tambahan bagi BSN dalam mencapai target tersebut.
Para pengembang di bawah naungan REI menyambut positif adanya kepastian pembiayaan bagi konsumen mereka melalui jalur syariah ini.
Diharapkan, sinergi ini tidak hanya sekadar mencapai target angka, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kepemilikan rumah.
Penyaluran 73.700 unit rumah merupakan bentuk kontribusi nyata BSN dalam mendukung program penyediaan rumah nasional oleh pemerintah.
Kebutuhan akan hunian yang terjangkau tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang saat ini.
Ke depan, BSN dan REI akan terus melakukan evaluasi berkala guna memastikan penyaluran KPR subsidi tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal.
Komitmen ini ditegaskan kembali sebagai bagian dari perayaan hari jadi REI yang ke-54 untuk terus membangun negeri melalui sektor properti.