BCA Targetkan 2.000 Unit Rumah Lewat KPR Subsidi Bunga Tetap 5%

BCA Targetkan 2.000 Unit Rumah Lewat KPR Subsidi Bunga Tetap 5%
Gedung BCA (Ban Central Asia)

JAKARTA – BCA memperkuat dukungan pada program perumahan rakyat melalui KPR Sejahtera yang menawarkan bunga tetap 5% dengan pendanaan yang bersumber dari internal bank.

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata peran sektor perbankan swasta dalam menyukseskan penyediaan hunian layak bagi masyarakat di seluruh Indonesia. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah, terutama di sektor perumahan rakyat.

Upaya ini diwujudkan melalui skema pembiayaan inovatif yang memprioritaskan keterjangkauan cicilan bagi para nasabah. Ini dilakukan dengan menyediakan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang disubsidi sendiri oleh BCA.

Salah satu keunggulan utama dari produk ini adalah kepastian nilai angsuran yang tidak berubah hingga masa pinjaman berakhir. BCA sudah mulai menyalurkan KPR Sejahtera dengan skema bunga tetap 5% sepanjang tenor.

Selain suku bunga yang rendah, kemudahan pada sisi pembayaran awal juga menjadi daya tarik bagi calon pemilik rumah. KPR ini juga menawarkan uang muka yang terjangkau.

Secara struktural, layanan ini dirancang untuk menyerupai program bantuan yang biasanya dikelola oleh otoritas pembiayaan negara. Layanan KPR BCA ini sangat mirip dengan dengan KPR skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Pemerintah (FLPP).

Namun, perbedaan signifikan terletak pada sumber dana yang digunakan untuk menambal selisih beban bunga pasar. Bedanya, KPR FLPP disubsidi oleh dana pemerintah, sementara KPR Sejahtera disubsidi dana internal BCA sendiri.

Guna mencapai sasaran distribusi yang luas, manajemen telah menjalin kemitraan strategis dengan para pelaku industri properti. Untuk tahun 2026, BCA telah menggandeng sejumlah developer perumahan untuk merealisasikan KPR Sejahtera.

Angka pembiayaan yang dibidik pun cukup besar sebagai langkah akselerasi penyerapan unit hunian di tingkat masyarakat bawah. BCA menargetkan penyaluran KPR Sejahtera untuk mendanai pembelian 2.000 unit rumah.

Kelompok sasaran dari program ini mencakup berbagai profil pekerja yang selama ini kesulitan mendapatkan akses perbankan formal. EVP Corporate Communication & Social Responsibility, Hera F. Heryn menyebut produk KPR Sejahtera ini sudah dijalankan BCA sejak Oktober 2025 dan ditujukan untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk bagi yang memiliki penghasilan non-tetap.

Walaupun menyasar segmen sosial, pihak bank tetap menekankan pentingnya kualitas kredit yang disalurkan secara konsisten. Hera memastikan KPR Sejahtera ini akan disalurkan dengan hati-hati.

Monitoring secara berkala terus dilakukan untuk menjaga agar tingkat kredit macet tetap berada pada level minimum. BCA akan terus memantau kualitas portofolio KPR subsidinya.

Pendekatan ini selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap aktivitas bisnis pembiayaan. "Ke depan, BCA senantiasa mendorong penyaluran kredit secara prudent, dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan menerapkan manajemen risiko secara disiplin," kata Hera sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, kebijakan ini juga sejalan dengan arah regulasi terbaru yang dikeluarkan oleh otoritas pengatur industri keuangan. Sekadar mengingatkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah menerbitkan rancangan revisi aturan rencana bisnis bank (RBB).

Perubahan aturan tersebut memang ditujukan agar industri perbankan lebih aktif berkontribusi pada agenda pembangunan nasional. Revisi ini dilakukan salah satunya guna mendorong bank memasukkan rencana pembiayaan untuk program pemerintah dalam RBB.

Melalui sinergi ini, diharapkan target penyediaan sejuta rumah dapat segera terealisasi dengan bantuan pendanaan mandiri dari pihak swasta. Masyarakat kini memiliki lebih banyak opsi pembiayaan rumah yang aman dan terjangkau sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index