Strategi Pegadaian Gaet Nasabah Lewat Outlet Fisik dan Aplikasi Tring

Strategi Pegadaian Gaet Nasabah Lewat Outlet Fisik dan Aplikasi Tring
Kantor Pegadaian

JAKARTA – PT Pegadaian (Persero) menilai kantor cabang masih memiliki peran penting di tengah era digitalisasi saat ini. Keberadaan kantor fisik dianggap masih menjadi tulang punggung dalam memfasilitasi kebutuhan transaksi masyarakat secara langsung.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan hal itu juga tak terlepas dari core business Pegadaian yang memang masih dipegang oleh layanan gadai. Sifat bisnis ini menuntut adanya interaksi antara nasabah dengan petugas di lapangan untuk penyerahan barang jaminan.

"Jadi, peran kantor cabang sangat signifikan. Core Pegadaian 90% masih di gadai ini. Kalau yang namanya gadai atau punya barang fisik, orang tersebut harus datang ke outlet, sehingga fokus kami juga ke kantor cabang," ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber. Dominasi transaksi gadai yang mencapai angka 90 persen tersebut membuat keberadaan jaringan fisik tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Selain itu, Selfie menerangkan fokus Pegadaian saat ini juga memberikan pelayanan yang optimal bagi nasabah dan hal itu bisa dilakukan untuk nasabah yang datang ke kantor cabang. Standar pelayanan yang tinggi diharapkan dapat menciptakan loyalitas serta kepuasan pelanggan yang berkunjung secara rutin.

"Kami sekarang punya campaign parameter customer experience 100%. Artinya, kami ingin nasabah terlayani dengan layanan yang optimal," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber. Inisiatif ini dirancang agar setiap interaksi di kantor cabang memberikan kesan mendalam bagi masyarakat yang membutuhkan solusi finansial.

Selfie juga bilang adanya kantor cabang juga memiliki peran dalam memberikan literasi kepada nasabah. Melalui pertemuan tatap muka, petugas dapat menjelaskan secara mendalam mengenai berbagai manfaat produk yang mungkin belum dipahami luas.

Dengan demikian, dia menerangkan pihaknya bisa mengedukasi masyarakat untuk produk gadai bukan bicara mengenai emas saja, melainkan bisa menggunakan layanan untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya. Masyarakat perlu menyadari bahwa aset yang mereka miliki dapat dikonversi menjadi modal kerja atau kebutuhan mendesak lainnya.

"Orang punya emas, dia bisa menabung emas. Selain itu, emas itu tak perlu dijual jika membutuhkan dana, tetapi bisa digadaikan untuk dapat cash. Dalam situasi ekonomi seperti ini, cash akan menjadi salah satu sumber likuiditas buat masyarakat. Jadi, gadai bisa menjadi salah satu solusi," ucapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber. Solusi ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat agar tetap bisa memiliki aset investasi jangka panjang sembari mendapatkan dana tunai.

Selfie mengungkapkan saat ini, Pegadaian sudah memiliki lebih dari 4.000 outlet di seluruh Indonesia. Jaringan yang luas ini memungkinkan perusahaan untuk menjangkau pelosok daerah guna melayani berbagai lapisan ekonomi masyarakat.

Dia juga mengatakan Pegadaian tak hanya berfokus pada kantor cabang saja, tetapi mengembangkan aspek digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian sejalan dengan tren digitaliasi. Langkah modernisasi ini merupakan respon cepat terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin menginginkan kemudahan dalam satu genggaman.

Upaya itu dilakukan untuk menyasar segmentasi nasabah yang berbeda dengan kantor cabang. Perusahaan berupaya menciptakan ekosistem yang inklusif baik bagi nasabah tradisional maupun mereka yang sudah terbiasa dengan teknologi informasi.

Menurut Selfie, nasabah muda akan lebih memilih bertransaksi dengan digital, tetapi nasabah yang ingin gadai biasanya akan datang ke kantor cabang. Kecenderungan ini membuat perusahaan harus tetap mempertahankan operasional fisik sembari memperkuat infrastruktur digitalnya secara bersamaan.

"Kalau untuk Tring! itu berarti nasabah-nasabah muda atau Gen Z yang memang lewat handphone saja untuk menabung atau gadai. Jadi, memang dua segmen yang berbeda dan kami berusaha untuk menggaet semua segmen," kata Selfie sebagaimana dilansir dari berita sumber. Integrasi antara layanan luring dan daring ini diproyeksikan akan memperkuat posisi pasar perusahaan di masa depan.

Pegadaian terus bertransformasi agar tetap relevan di mata nasabah dari berbagai lintas generasi. Keberadaan lebih dari 4.000 titik layanan menjadi bukti komitmen kuat dalam mendukung inklusi keuangan nasional secara merata.

Penerapan strategi ganda ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan laba perusahaan secara konsisten sepanjang tahun ini. Dengan demikian, Pegadaian tidak hanya menjadi tempat menggadai, namun juga mitra keuangan digital bagi masyarakat Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index