IHSG Bangkit ke 6.455 Usai 6 Sesi Melemah, Saham DSSA dan CUAN Jadi Penopang

Kamis, 17 September 2026 | 09:58:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,30 persen ke level 6.455 pada perdagangan Kamis (17/9/2026) pagi, mengakhiri enam sesi berturut-turut di zona merah. Penguatan terjadi meski pasar masih dibayangi pengetatan moneter Amerika Serikat.

Nilai transaksi tercatat Rp3,49 triliun dengan volume perdagangan 6,70 miliar saham. Penguatan ini mengakhiri tren merah enam sesi berturut-turut yang menekan indeks.

Saham Berkapitalisasi Besar Jadi Motor Penggerak

Sejumlah emiten jumbo menopang pergerakan indeks pagi ini. Saham Grup Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin kenaikan 3,23 persen ke Rp1.120 per unit.

Menyusul di belakangnya, emiten milik Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 2,78 persen ke Rp925 per unit. Saham Prajogo lainnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), naik 1,25 persen ke Rp1.620.

Bayangan Pengetatan The Fed Masih Menekan Pasar

Penguatan IHSG terjadi di tengah sentimen pengetatan moneter Amerika Serikat. The Fed menaikkan suku bunga acuan, langkah yang biasanya memicu capital outflow dari pasar negara berkembang.

Kenaikan suku bunga AS membuat imbal hasil aset berdenominasi dolar lebih menarik. Investor global cenderung memindahkan dana ke pasar AS, menekan likuiditas di bursa emerging market termasuk Indonesia.

Dampak ke Investor Ritel dan Portofolio

Bagi investor ritel yang memegang saham berkapitalisasi besar, penguatan DSSA, CUAN, dan BRPT memberi angin segar setelah sepekan tertekan. Ketiga saham ini punya bobot signifikan dalam pergerakan IHSG.

Meski begitu, kenaikan indeks pagi ini belum tentu berlanjut hingga penutupan. Volume transaksi Rp3,49 triliun tergolong moderat, menandakan investor masih menunggu arah pasar lebih jelas.

Perhatian pasar berikutnya tertuju pada data ekonomi AS dan sinyal lanjutan dari bank sentral. Jika tekanan eksternal mereda, IHSG berpeluang mempertahankan momentum pemulihan.

Pergerakan saham DSSA, CUAN, dan BRPT akan menjadi indikator apakah penguatan ini sekadar rebound teknis atau awal tren naik yang lebih solid.

Terkini