FINANSIALFOKUS.COM — Investor asing kembali menyerbu saham pertambangan pada perdagangan Rabu (16/9/2026), dengan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat net buy terbesar Rp88,5 miliar. Aksi borong ini berlangsung saat IHSG justru ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85 dan asing secara keseluruhan masih net sell Rp624,72 miliar.
BRMS memuncaki daftar saham dengan beli bersih asing tertinggi. Posisi kedua ditempati PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dengan net buy Rp49,9 miliar, disusul PT Singaraja Putra Tbk (SINI) Rp39,1 miliar.
Minat serupa juga mengalir ke emiten tambang lain. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat net buy Rp28,7 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp24,4 miliar, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp20,2 miliar.
Daftar 10 Saham dengan Net Buy Asing Terbesar
- BRMS — Rp88,5 miliar
- ANTM — Rp49,9 miliar
- SINI — Rp39,1 miliar
- INCO — Rp28,7 miliar
- MDKA — Rp24,4 miliar
- EMAS — Rp20,2 miliar
- AADI — Rp19 miliar
- PGAS — Rp13,5 miliar
- TPIA — Rp10,6 miliar
- AALI — Rp8,2 miliar
Di Luar Tambang, Asing Juga Akumulasi SINI dan TPIA
Selain emiten tambang, investor asing mengakumulasi PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Keduanya masuk dalam jajaran 10 besar net buy asing.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat net buy Rp19 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp13,5 miliar, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Rp8,2 miliar. Pola ini memperlihatkan asing menyasar sektor energi dan komoditas secara selektif.
Net Sell Pasar Justru Rp624,72 Miliar
Pembelian di saham tambang belum mencerminkan pembalikan arus dana asing secara keseluruhan. Pada perdagangan Rabu (16/9/2026), asing membukukan net sell Rp624,72 miliar di seluruh pasar.
Artinya, dana yang masuk ke saham-saham tambang tertutup oleh aksi jual di emiten lain. Investor perlu mencermati apakah pola ini berlanjut atau hanya rotasi jangka pendek.
IHSG Berbalik ke Zona Merah
IHSG sempat menguat lebih dari 1% pada awal perdagangan sebelum berbalik melemah. Indeks akhirnya ditutup turun 0,38% ke level 6.436,85.
Perbedaan arah antara net buy saham tambang dan kinerja IHSG menunjukkan tekanan jual masih dominan di pasar. Bagi pelaku pasar, sinyal ini menjadi acuan untuk mengukur kekuatan akumulasi asing di sektor komoditas ke depan.