IHSG Dibuka Naik 0,81% ke 6.488, Ungguli Bursa Asia yang Bervariasi

IHSG Dibuka Naik 0,81% ke 6.488, Ungguli Bursa Asia yang Bervariasi

FINANSIALFOKUS.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 51,49 poin atau 0,81% ke level 6.488 pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Penguatan ini menempatkan IHSG di jalur hijau saat sejumlah bursa Asia justru dibuka bervariasi, dengan Hang Seng dan Shanghai Composite bergerak di zona merah.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 9.15 WIB indeks sudah mencatatkan kenaikan di awal sesi. Volume perdagangan tercatat 5 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2 triliun.

Frekuensi transaksi yang terjadi sebanyak 367.242 kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 369 saham menguat dan 139 saham melemah, sementara 184 saham tidak bergerak.

IHSG Ungguli Sejumlah Bursa Asia di Sesi Pagi

Penguatan IHSG terjadi bersamaan dengan indeks saham di Taiwan, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam yang juga dibuka di zona hijau. TW Weighted Index, PSEi, Topix, KOSDAQ, Straits Times, KOSPI, NIKKEI 225, dan Ho Chi Minh Stock Index kompak menguat.

Sebaliknya, sejumlah bursa Asia lain dibuka merah, antara lain Hang Seng (Hong Kong), Shanghai Composite (China), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), dan KLCI (Malaysia). Kondisi ini membuat IHSG melaju lebih baik dibandingkan tren regional yang masih bervariasi.

Rincian Pergerakan Saham di Awal Sesi

Data BEI menunjukkan mayoritas saham yang diperdagangkan bergerak positif. Berikut rincian pergerakan saham pada lima belas menit pertama perdagangan:

  • 369 saham menguat
  • 139 saham melemah
  • 184 saham tidak bergerak
  • Volume perdagangan 5 miliar saham
  • Nilai transaksi Rp 2 triliun
  • Frekuensi transaksi 367.242 kali

Sentimen The Fed Jadi Latar Penguatan

Penguatan IHSG terjadi di tengah keputusan The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan menjadi 4%. Kenaikan bunga acuan AS biasanya menjadi sentimen yang memengaruhi pergerakan pasar saham di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski demikian, IHSG mampu bertahan di zona hijau pada awal perdagangan. Pergerakan ini menunjukkan pasar domestik masih memiliki daya tahan di tengah tekanan eksternal dari kebijakan moneter AS.

Yang Perlu Dicermati Investor

Investor perlu memantau apakah penguatan di awal sesi ini berlanjut hingga penutupan perdagangan. Sebab, bursa Asia yang bervariasi menandakan sentimen regional belum sepenuhnya solid.

Data volume dan nilai transaksi pada awal sesi juga perlu diperhatikan untuk melihat seberapa kuat minat beli pelaku pasar. Nilai transaksi Rp 2 triliun dalam lima belas menit pertama menjadi indikasi awal aktivitas perdagangan hari ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index