Dari Gerobak Kayu Bakar di Kudus, Kakek Jamaluddin Menabung untuk Umrah

Rabu, 02 September 2026 | 18:23:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — Jamaluddin (63) tampak sibuk di balik gerobaknya. Kepulan asap tipis membumbung dari wajan panas di Jalan Sunan Kudus Nomor 122, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Gerobak sederhana itu adalah saksi bisu perjuangannya selama satu dekade terakhir.

Menepis Lelah di Usia Senja

Sudah sepuluh tahun lamanya atau sejak 2016, kakek ini menekuni dagangan nasi goreng di kota yang dikenal sebagai Kota Kretek ini. Di usianya yang kian senja, ia memilih tetap bekerja. Alasannya tegas: tak ingin merepotkan anak-anaknya.

Gerobaknya kini lebih layak dari sebelumnya. Setahun lalu, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Kudus menghibahkan gerobak baru. Sebelumnya, ia hanya mengandalkan gerobak kayu sederhana yang sudah usang.

Kehangatan di Atas Arang Kayu

Yang menarik, Jamaluddin masih setia menggunakan kayu bakar untuk memasak. Cara tradisional ini justru memberikan cita rasa khas yang sulit ditiru gerobak modern. Pembeli setianya pun sudah tahu keistimewaan itu.

Menu yang ditawarkan pun beragam.

Rentang harganya bersahabat, mulai dari Rp 16 ribu hingga Rp 26 ribu per porsi. Setiap porsi yang dihidangkan adalah wujud nyata perjuangannya mengumpulkan rupiah demi rupiah.

Di sela kesibukannya melayani pembeli, Jamaluddin menyimpan harapan yang begitu dalam. Tabungannya hampir genap untuk mewujudkan impian besarnya. "Saya ingin umrah. Alhamdulillah tabungan saya sedikit lagi cukup untuk umrah," ujarnya dengan mata berbinar.

Setiap pagi, ia menyalakan api di gerobaknya. Setiap malam, ia mematikan arang dengan doa yang sama: semoga impian menjejakkan kaki di Tanah Suci segera terkabul. Gerobak pembawa rezeki ini bukan sekadar alat mencari nafkah, melainkan kendaraan menuju mimpi. (Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan)

Terkini