Kenali 4 Attachment Style dan Ciri-Cirinya pada Anak-Dewasa

Kenali 4 Attachment Style dan Ciri-Cirinya pada Anak-Dewasa

FINANSIALFOKUS.COM — Attachment style adalah ikatan emosional yang pertama kali terbentuk antara bayi dan orang tua atau pengasuh. Ikatan ini tidak berhenti di masa kanak-kanak; ia ikut menentukan cara seseorang membangun kedekatan dan merespons pasangan di kemudian hari.

Memahami tipe keterikatan sendiri bisa membantu kamu mengenali perilaku diri sendiri. Dengan begitu, kamu tidak sekadar bereaksi pada pasangan, tetapi juga tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam hubungan.

Empat Tipe Keterikatan yang Diakui

Menurut Cleveland Clinic, empat jenis attachment style yang dikenal adalah secure, anxious, avoidant, serta fearful-avoidant atau disorganized. Tiga tipe terakhir masuk kategori insecure, yaitu pola keterikatan yang tidak aman. Perbedaannya terlihat dari cara seseorang mencari rasa nyaman, menghadapi perpisahan, dan mempercayai orang lain.

1. Secure Attachment Style

Secure adalah pola keterikatan yang membuat seseorang mampu menjalin hubungan sehat, memuaskan, dan langgeng. Pada anak, pola ini muncul ketika ia merasa aman, dihargai, dipahami, dan dihibur oleh orang tuanya.

Ketika dewasa, seseorang dengan secure attachment cenderung percaya diri dalam hubungan. Ia terbuka membicarakan perasaan dengan pasangan atau teman dekat, serta tidak ragu mencari dukungan sosial saat butuh.

2. Anxious Attachment Style

Anxious ditandai dengan rasa takut berlebihan akan penolakan dan ditinggalkan. Anak dengan tipe ini terlihat sangat cemas dan sedih saat berpisah dari orang tua, tetapi tetap sulit merasa tenang ketika orang tua kembali. Ia juga tidak mudah percaya pada orang asing.

Pada orang dewasa, ciri yang tampak antara lain sering khawatir tidak dicintai, harga diri rendah, dan kebutuhan besar akan validasi dari pasangan maupun teman.

3. Avoidant Attachment Style

Seseorang dengan avoidant cenderung menghindari keintiman karena takut kedekatan emosional. Anak dengan tipe ini jarang aktif mencari kenyamanan dari orang tua dan cenderung menarik diri dari interaksi sosial.

Ketika dewasa, ia tampak mandiri dan tidak banyak melibatkan emosi dalam hubungan. Namun sebenarnya ada rasa terancam ketika ada orang yang terlalu dekat dengannya.

4. Fearful-Avoidant atau Disorganized

Tipe ini merupakan gabungan antara keinginan dekat dan ketakutan akan kedekatan. Perilaku yang muncul sering tidak konsisten, karena pola pengasuhan masa kecil yang juga berubah-ubah: kadang memberi kenyamanan, kadang menanamkan rasa takut.

Pada usia dewasa, seseorang dengan tipe ini bisa menunjukkan perilaku yang sulit diprediksi. Ia mendambakan cinta, tetapi di saat yang sama justru takut terhadap keintiman itu sendiri.

Apakah Pola Ini Bisa Diubah?

Meskipun attachment style sangat dipengaruhi pola pengasuhan, bukan berarti pola tersebut menetap selamanya. Seseorang yang ingin beralih dari insecure menuju secure tetap bisa melakukannya di usia dewasa.

Menurut Help Guide, perubahan bisa dilakukan lewat terapi individual maupun konseling pasangan bersama psikolog. Psikolog yang berpengalaman dapat membantu memahami pengalaman emosional masa lalu dan menavigasi diri menuju pola keterikatan yang lebih aman.

Mengenali tipe attachment style bukan untuk menghakimi diri sendiri atau pasangan. Justru ini menjadi langkah awal agar pola lama yang menyakitkan tidak terus berulang dalam hubungan yang kamu jalani sekarang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index