FINANSIALFOKUS.COM — Bencana yang menerjang sepanjang Sungai Trishuli itu meninggalkan luka mendalam. Sedikitnya 157 orang dilaporkan tewas, sementara ratusan warga dan wisatawan masih dinyatakan hilang hingga hari ini.
Kenapa Evakuasi Harus Lewat Udara?
Kondisi wilayah terdampak masih dipenuhi lumpur tebal dan puing-puing berserakan. Material longsor yang ikut terbawa banjir membuat akses darat mustahil dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.
Jalan di beberapa titik putus total. Helikopter menjadi satu-satunya cara bagi tim gabungan untuk menjangkau korban yang masih bertahan di lokasi-lokasi terisolasi.
Puluhan Nyawa Melayang, Ratusan Masih Hilang
Dampak bencana ini tidak main-main. Selain korban jiwa yang terus bertambah, operasi pencarian masih terus berjalan untuk menemukan warga serta turis yang belum ditemukan.
Tim penyelamat bekerja dalam tekanan waktu. Mereka harus menyisir area yang luas di tengah medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu.
Apa yang Terjadi di Sungai Trishuli?
Banjir bandang ini datang tiba-tiba dan menghantam permukiman di sepanjang aliran sungai. Air bah membawa material lumpur dan bebatuan dalam volume besar, menghancurkan apa pun yang dilaluinya.
Hingga saat ini, prioritas utama tim SAR adalah mengevakuasi korban selamat dan mempercepat pencarian korban hilang. Operasi penyelamatan melalui jalur udara masih terus diperluas ke titik-titik yang sebelumnya belum terjangkau.