Analisis Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:12:33 WIB
kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 46 atau 0,26%. ( sumber : net )

JAKARTA - Nilai tukar rupiah (IDR) diprediksi lanjut melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Selasa, 28 Juli 2026.

Pada perdagangan Senin sore (27/7/2026), nilai tukar rupiah ditutup melemah 46 poin (0,26%) ke level Rp 18.009 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.963 per dolar AS.

Baca Juga: Komisi XI DPR: Pergantian Gubernur BI Tak Boleh Ganggu Stabilitas Rupiah.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah bakal fluktuatif namun diprediksi melemah di rentang Rp 18.010 - Rp 18.060,” ungkap dari Sumbernya dalam keterangannya pada Senin (27/7/2026).

Ibrahim mengungkapkan, rupiah diprediksi melemah imbas respons negatif pasar terhadap berita mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Pengunduran diri tersebut bersamaan dengan gonjang-ganjing rupiah yang terus melemah akibat tensi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah antara AS dan Iran, membuat Presiden, pemerintah dan DPR sering melakukan intervensi terhadap independensi Bank Indonesia bahkan tidak jauh dari kata mundur untuk Bapak Perry Warjiyo,” katanya dari Sumbernya.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 27 Juli 2026: Kembali Jeblok.

Ibrahim sebelumnya mengatakan, bahwa ia menilai momen pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur BI tidak akan secara instan memulihkan nilai tukar rupiah.

“Konflik di Timur Tengah maupun Eropa Timur masih membayangi pasar keuangan sehingga memberikan tekanan terhadap rupiah.

Selama faktor-faktor itu belum membaik, rupiah akan tetap sulit kembali menguat,” bebernya dari Sumbernya.

“Dalam kondisi seperti ini, kami melihat siapa pun yang memimpin Bank Indonesia akan menghadapi tantangan yang sama untuk mengembalikan rupiah ke level yang lebih kuat,” tambahnya dari Sumbernya.

Juga dari sisi eksternal, rupiah diprediksi kembali setelah ekskpetasi kenaikan suku bunga Federal Reserve menurun.

Baca Juga: Rupiah Lagi-lagi Terpukul Dolar AS.

CME FedWatch Tool kini menunjukkan, pasar melihat peluang sebesar 78% akan ada kenaikan suku bunga pada bulan September mendatang.

“Sementara pada pertemuan 28-29 Juli, The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah,” ungkap dari Sumbernya.

Terkini