FINANSIALFOKUS.COM — PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyiapkan belanja modal hampir Rp1 triliun untuk pengadaan unit bedah robotik secara bertahap hingga 2029. Investasi ini menopang digitalisasi layanan kesehatan perseroan yang laba bersihnya naik 27,11 persen pada semester I 2026.
Langkah ini ditempuh seiring kinerja keuangan perseroan yang tumbuh. Pada semester I 2026, SILO membukukan laba bersih Rp580,68 miliar, naik 27,11 persen dibandingkan Rp456,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perseroan juga tumbuh 10,78 persen menjadi Rp6,76 triliun dari sebelumnya Rp6,10 triliun.
Robotik Dinilai Percepat Pemulihan Pasien
Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM, menegaskan teknologi robotik tidak akan menggantikan peran dokter. Teknologi itu justru menjadi alat pendukung bagi tenaga medis untuk meningkatkan presisi dan kualitas pelayanan.
"Adapun penerapan teknologi robotik dapat membantu dokter melakukan tindakan operasi dengan sayatan yang lebih kecil. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat proses penyembuhan pasien, mengurangi kemungkinan infeksi, dan mempercepat pasien kembali produktif," ungkap Grace kepada media di acara The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026, Sabtu (19/9/2026).
Grace menambahkan, kehadiran teknologi tidak menghilangkan peran dokter. Justru alat bantu itu memperkuat kemampuan tenaga medis dalam menjalankan tindakan.
AI dan Robotik Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti
Pandangan yang sama berlaku untuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurut Grace, perkembangan AI dan robotik tidak akan menggantikan dokter, melainkan menjadi penunjang kerja tenaga medis.
Dengan begitu, investasi bedah robotik yang digelontorkan SILO lebih tepat dibaca sebagai upaya memperkuat kapasitas layanan, bukan menggantikan tenaga medis. Anggaran yang disiapkan akan dipakai bertahap sampai 2029.
Bagi pasien, arah investasi ini berpotensi memperluas akses pada tindakan operasi dengan sayatan lebih kecil. Dampaknya, proses penyembuhan bisa lebih cepat dan risiko infeksi menurun.
Pertumbuhan laba dan pendapatan semester I 2026 memberi ruang bagi SILO untuk mengeksekusi rencana belanja modal tersebut tanpa mengganggu operasional harian. Sejauh mana realisasi pengadaan unit bedah robotik berjalan akan menjadi penanda keseriusan perseroan menggarap segmen layanan kesehatan berteknologi tinggi.