Pertumbuhan QRIS dan Penguatan Dana Murah BRI Triwulan I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:12:32 WIB
Transaksi QRIS BRI. ( sumber : net )

MAKASSAR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan ekosistem merchant dan QRIS.

Upaya tersebut mendorong pertumbuhan bisnis yang signifikan sekaligus memperkuat penghimpunan dana murah berbasis transaksi serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan bisnis merchant dan QRIS hingga Triwulan I 2026.

Jumlah merchant BRI meningkat menjadi 323,7 ribu dengan volume transaksi yang tumbuh 26,5 persen secara tahunan menjadi Rp67,9 triliun.

Temukan lebih banyak.

Info viral.

Berita terbaru.

Berita Lokal.

Sementara itu, volume transaksi QRIS melonjak 76 persen secara tahunan menjadi Rp30,5 triliun.

Jumlah transaksinya pun meningkat 86,7 persen hingga mencapai lebih dari 253 miliar transaksi.

Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, mengatakan penguatan ekosistem merchant dan QRIS tidak hanya memperluas ekosistem transaksi, tetapi juga memperkuat penghimpunan dana murah berbasis transaksi serta membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk berkembang.

Menurutnya, kapabilitas tersebut sejalan dengan komitmen BRI sebagai bagian dari Danantara dalam menciptakan nilai melalui layanan keuangan yang semakin efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Seiring dengan meningkatnya transaksi digital, BRI terus menghadirkan solusi pembayaran yang aman, mudah, dan andal bagi masyarakat.

Hingga saat ini, 98,9 persen transaksi BRI telah dilakukan melalui e-channel.

Di saat yang sama, kami juga terus memperkuat literasi keuangan digital, khususnya dalam pemanfaatan QRIS, agar adopsi pembayaran non-tunai semakin luas dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar dari Sumbernya, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: UMKM Binaan BI Tembus Pasar Arab Saudi.

Melalui dukungan sistem pembayaran yang terintegrasi serta langkah akseleratif BRIvolution Reignite, BRI juga memperkuat funding franchise melalui optimalisasi kanal digital guna membangun basis dana murah berbasis transaksi yang lebih solid.

“Upaya ini dilakukan melalui peningkatan akuisisi dan pengelolaan transaksi nasabah, penguatan kemitraan dengan merchant, serta pengembangan ekosistem pembayaran di berbagai segmen usaha,” tambah dari Sumbernya.

Lebih jauh, penguatan transaksi digital dan penghimpunan dana tersebut turut menopang kinerja keuangan BRI secara keseluruhan hingga Triwulan I 2026.

Total aset BRI tercatat mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Sinergi PLN dan BPN Majene Dorong Hilirisasi Produk UMKM Desa.

Dari sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dengan ditopang dana murah (current account savings account/CASA) yang semakin solid.

Hingga Maret 2026, BRI berhasil menghimpun DPK sebesar Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen secara tahunan.

Dari jumlah tersebut, CASA secara konsolidasian mencapai Rp1.058,6 triliun atau setara 68,07 persen dari total DPK, meningkat dibandingkan 65,77 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Terkini