Emas Antam di Pegadaian Naik ke Rp2.741.000 Per Gram Hari Ini

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:50:19 WIB
ilustrasi emas antam. (FOTO:NET)

JAKARTA - Nilai jual emas batangan merek Antam pada hari ini, Kamis (16/7/2026), di jaringan Pegadaian kembali mencatatkan kurva kenaikan jika disandingkan dengan sesi perdagangan sebelumnya.

Merujuk pada publikasi data teranyar di Galeri 24 Pegadaian, nominal emas Antam untuk ukuran 1 gram merangkak naik sebesar Rp 21.000 menjadi Rp 2.741.000 dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp 2.720.000.

Di sisi lain, ketetapan nilai buyback untuk emas Antam ikut terangkat senilai Rp 20.000 menjadi Rp 2.438.000 dari angka sebelumnya Rp 2.418.000.

Nominal emas Antam untuk pecahan ukuran 0,5 gram terpantau turut menunjukkan penguatan.

Komoditas tersebut dilepas pada harga Rp 1.423.000 atau terjadi lonjakan sebesar Rp 10.000, di mana untuk nilai buyback ikut meroket senilai Rp 10.000 menjadi Rp 1.219.000.

Pada varian ukuran yang lain, nominal emas Antam pecahan 2 gram merosot ke atas sebesar Rp 42.000 menjadi Rp 5.419.000 disertai patokan nilai buyback di angka Rp 4.877.000 atau menanjak Rp 41.000.

Sementara untuk pecahan ukuran 3 gram dipasarkan senilai Rp 8.102.000 atau mencatatkan kenaikan sebesar Rp 62.000 dengan ketentuan nilai buyback berada di level Rp 7.316.000, alias naik Rp 61.000.

Menuju ukuran kategori menengah, nominal emas Antam pecahan 5 gram merangkak naik Rp 104.000 menjadi Rp 13.468.000 disertai patokan nilai buyback di angka Rp 12.193.000 atau menanjak Rp 102.000.

Di bagian lain, untuk pecahan ukuran 10 gram ditawarkan pada nominal Rp 26.879.000 atau terjadi kenaikan senilai Rp 208.000 dengan ketentuan nilai buyback bertengger pada level Rp 24.387.000, atau naik Rp 204.000.

Pihak Pegadaian pun merilis catatan nilai emas Antam untuk pecahan ukuran 25 gram yang bertengger di angka Rp 67.067.000 atau mengalami lonjakan sebesar Rp 520.000.

Sedangkan untuk nilai buyback produk tersebut ikut terangkat senilai Rp 506.000 menuju posisi Rp 60.668.000.

Berikut dipaparkan tabel rincian nilai jual emas Antam di jaringan Pegadaian per hari Kamis (16/7/2026).

Untuk pecahan Emas Antam 0,5 gram dipatok Rp 1.423.000.

Untuk pecahan Emas Antam 1 gram dipatok Rp 2.741.000.

Untuk pecahan Emas Antam 2 gram dipatok Rp 5.419.000.

Untuk pecahan Emas Antam 3 gram dipatok Rp 8.102.000.

Untuk pecahan Emas Antam 5 gram dipatok Rp 13.468.000.

Untuk pecahan Emas Antam 10 gram dipatok Rp 26.879.000.

Untuk pecahan Emas Antam 25 gram dipatok Rp 67.067.000.

Untuk pecahan Emas Antam 50 gram dipatok Rp 134.051.000.

Serta untuk pecahan Emas Antam 100 gram dipatok Rp 268.021.000.

Berikut dipaparkan tabel rincian nilai buyback emas Antam di jaringan Pegadaian.

Untuk pecahan Emas Antam 0,5 gram dipatok Rp 1.219.000.

Untuk pecahan Emas Antam 1 gram dipatok Rp 2.438.000.

Untuk pecahan Emas Antam 2 gram dipatok Rp 4.877.000.

Untuk pecahan Emas Antam 3 gram dipatok Rp 7.316.000.

Untuk pecahan Emas Antam 5 gram dipatok Rp 12.193.000.

Untuk pecahan Emas Antam 10 gram dipatok Rp 24.387.000.

Untuk pecahan Emas Antam 25 gram dipatok Rp 60.668.000.

Untuk pecahan Emas Antam 50 gram dipatok Rp 121.337.000.

Serta untuk pecahan Emas Antam 100 gram dipatok Rp 242.674.000.

Di kancah internasional, nilai komoditas emas dunia bertengger pada level 4.059,24 dollar AS untuk setiap ons pada sesi transaksi Kamis (16/7/2026) pukul 07.25 WIB.

Di sisi lain, untuk komoditas perak bertumpu pada level 57,760 dollar AS per ons.

Menukil data dari Trading Economics, pergerakan harga emas sempat bangkit dari keterpurukan sebelumnya dan aktif diperdagangkan pada kisaran 4.070 dollar AS per ons.

Tren penguatan tersebut disetir oleh data indikator inflasi di Amerika Serikat (AS) yang kembali mencatatkan hasil lebih melunak ketimbang estimasi pasar.

Berkas laporan paling gres memperlihatkan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) negara AS secara mengejutkan melosot pada periode Juni 2026 untuk pertama kalinya dalam kurun hampir satu tahun berjalan.

Langkah penyusutan tersebut dipicu oleh melosotnya ongkos sektor energi, di sisi lain untuk komponen PPI inti terpantau hanya tumbuh sebesar 0,2 persen atau berada di bawah ekspektasi para pelaku pasar.

Publikasi data tersebut menjadi pelengkap bagi laporan inflasi konsumen AS yang sudah bergerak lebih miring pada hari Selasa sebelumnya.

Keadaan ini memicu para pelaku pasar untuk kembali memangkas proyeksi mereka terkait rencana pengetatan haluan kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed).

Kendati demikian, pihak pasar terpantau masih memasang kalkulasi peluang di kisaran 49 persen bagi institusi The Fed demi menaikkan kembali tingkat suku bunga pada perjumpaan bulan September nanti.

Arah prospek tersebut dibayangi oleh lonjakan nilai minyak mentah akibat menegang alur eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Gerakan militer negara AS di wilayah Iran, penerapan kembali sistem pemblokiran jalur laut pada sejumlah pelabuhan milik Iran, hingga aksi penutupan Selat Hormuz oleh pihak Teheran diprediksi memunyai potensi besar untuk kembali memicu inflasi.

Pada dimensi yang lain, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memberikan penegasan kuat bahwa bank sentral AS "tidak memiliki toleransi" terhadap inflasi yang tetap tinggi, sehingga arah kebijakan moneter ke depan masih akan bergantung pada perkembangan data ekonomi.

Terkini