JAKARTA – Investor disarankan menerapkan strategi selective buying pada perdagangan awal pekan ini, di tengah potensi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih cenderung menguat, namun dibayangi aksi ambil untung jangka pendek.
Pengamat pasar modal Hendra Wardana menyebutkan, fokus sebaiknya diarahkan pada saham yang memiliki momentum teknikal positif. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Direkomendasikan speculative buy dengan target harga Rp1.945 seiring munculnya sinyal akumulasi. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga menarik untuk speculative buy dengan target Rp2.900, didukung prospek sektor logam.
Selain itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) direkomendasikan untuk trading buy dengan target Rp600 berkat sentimen positif dari industri nikel dan kendaraan listrik. Adapun PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) Layak masuk radar speculative buy dengan target Rp250 setelah menunjukkan indikasi rebound dari fase konsolidasi.
Hendra menambahkan, saham sektor perbankan, pertambangan logam, industri, dan media masih berpeluang melanjutkan momentum penguatan. Namun, disiplin manajemen risiko tetap diperlukan karena volatilitas pasar cukup tinggi.
IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.840–5.950 dengan level psikologis 5.900 sebagai area uji. “Selama indeks mampu bertahan di atas support 5.830–5.850, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, didukung ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif, stabilnya harga minyak dunia, penguatan mata uang regional, serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Asia,” jelas Hendra.
Penguatan IHSG didorong oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, pasar merespons positif terhadap data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi, memunculkan harapan The Fed tidak agresif menaikkan suku bunga. Dari dalam negeri, penguatan terjadi hampir di seluruh sektor dengan industri sebagai motor utama, ditambah aksi bargain hunting pada saham yang sebelumnya terkoreksi.
Meski demikian, Hendra mengingatkan reli IHSG belum sepenuhnya didukung arus dana asing. Sepanjang tahun berjalan, investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp88 triliun. “Reli saat ini lebih banyak ditopang investor domestik dan membaiknya sentimen global. Selama investor asing belum konsisten akumulasi, potensi volatilitas tetap tinggi,” ujarnya.
Setelah reli tajam pada perdagangan Jumat, aksi ambil untung jangka pendek tetap mungkin terjadi sehingga pergerakan IHSG awal pekan diperkirakan fluktuatif.