Tips Bisnis Kuliner Korea

8 Tips Bisnis Kuliner Korea Dijamin Sukses untuk Pemula

8 Tips Bisnis Kuliner Korea Dijamin Sukses untuk Pemula
8 Tips Bisnis Kuliner Korea

Tips bisnis kuliner Korea berikut ini sangat berguna bagi kamu yang tertarik memulai usaha di bidang kuliner Korea.

Seperti yang kita ketahui, popularitas drama Korea telah mendorong semakin banyak orang tertarik dengan berbagai bisnis bertemakan Korea, termasuk makanan dan camilan khas Korea.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang tips bisnis kuliner Korea, simak ulasan lengkapnya di bawah ini, dan temukan informasi yang dapat membantu kesuksesan bisnismu.

Penyebab Bisnis Kuliner Korea Laris Manis di Indonesia

Saat ini, semakin banyak bisnis makanan Korea yang muncul di Indonesia. Tidak hanya restoran yang menyajikan hidangan Korea, jajanan khas Korea pun kini banyak dijual di pinggir jalan. 

Berikut ini adalah lima alasan mengapa usaha makanan Korea begitu laris manis di Indonesia.

1. Banyak Penggemar K-Drama di Indonesia

Siapa di sini yang suka begadang untuk menonton K-drama? Sebagian besar penggemar drama Korea di Indonesia adalah wanita, dan mereka tidak hanya menyukai cerita yang penuh emosi dan tak terduga, tetapi juga tertarik dengan para aktor dan aktris Korea yang tampan dan cantik.

Selain itu, dalam drama Korea, sering kali ada adegan yang menampilkan makanan Korea yang menggugah selera. Sebagai contoh, bagi yang pernah menonton drama Start-Up, pasti tidak asing dengan makanan kesukaan Han Ji Pyeong, yaitu corn dog. 

Kini, jajanan corn dog pun banyak dijadikan ide bisnis makanan populer di Indonesia. Pengaruh K-Drama ini secara tidak langsung mempengaruhi pilihan makanan penontonnya.

2. Cara Makan yang Unik

Jika kamu pernah menonton drama Dinner Mate, pasti sering melihat adegan makan daging sapi panggang yang dibungkus daun selada. 

Berbeda dengan cara makan biasa yang menggunakan garpu, di Korea Selatan, makan daging sapi panggang biasanya dilakukan dengan membungkusnya dalam daun selada.

Selain itu, dalam K-Drama, kita juga sering melihat aktor dan aktris Korea makan mie instan dengan cara yang unik, yaitu menggunakan sumpit panjang langsung dari panci mie instan. 

Cara makan yang berbeda ini memberikan daya tarik tersendiri dan menambah keunikan makanan Korea bagi penonton di Indonesia.

3. Alat Makan Korea Selatan yang Unik

Jika kamu pernah menonton drama saeguk, pasti kamu sering melihat adegan makan yang memperlihatkan set alat makan tradisional Korea Selatan yang terdiri dari berbagai piring dan makanan. 

Hal ini tentu sangat menarik karena memberikan kesan tradisional yang kental. Selain itu, makanan tradisional Korea juga terlihat sangat menyehatkan dan menggugah selera.

Alat makan Korea Selatan juga memiliki ciri khas tersendiri, seperti penggunaan sumpit panjang atau sendok panjang. Bahkan, untuk makan nasi pun mereka menggunakan sumpit panjang, yang berbeda dengan cara makan di banyak negara lain.

4. Cita Rasa Jajanan Korea yang Dapat Disesuaikan

Setelah menonton K-Drama, pasti kamu pernah merasa penasaran untuk mencoba membuat jajanan Korea sendiri. Beberapa jajanan Korea yang sedang populer di Indonesia antara lain corn dog, tteokbokki, jajamyeong, dan banyak lagi. 

Cita rasa jajanan Korea cenderung dapat dinikmati oleh banyak kalangan, baik itu pedas, manis, atau gurih. Jika kamu ingin mencoba membuatnya sendiri, cukup mencari resep di YouTube, karena sudah banyak tutorial yang bisa kamu coba di rumah. 

Namun, jika kamu malas memasak, banyak juga restoran dan tempat makan Korea yang kini sudah tersedia di Indonesia.

Jenis Makanan Korea yang Populer di Indonesia

Sebenarnya, Korea Selatan memiliki banyak makanan khas yang lezat, namun hanya beberapa jenis yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. 

Jika kamu berniat membuka bisnis kuliner khas Korea dengan pinjaman modal usaha tanpa jaminan, sebaiknya kenali beberapa jenis makanan Korea yang paling terkenal ini:

1. Kimchi

Kimchi merupakan makanan wajib di Korea yang hampir selalu disajikan di setiap meja makan. Tidak mengherankan jika masyarakat Indonesia sudah familiar dengan makanan ini karena sering muncul dalam film dan drama Korea. 

Kimchi termasuk makanan yang mudah dibuat karena bahan-bahannya mudah ditemukan dan harganya cukup terjangkau.

Kimchi bisa menjadi pilihan tepat jika kamu ingin berbisnis kuliner Korea, karena meskipun bahan bakunya murah dan proses pembuatannya mudah, harga jual kimchi cukup tinggi di pasaran. 

Ini tentu menjadi peluang bisnis yang menguntungkan dan patut dicoba.

2. Bungeoppang

Bungeoppang adalah camilan manis khas Korea yang sangat populer, bentuknya mirip dengan taiyaki dari Jepang, yaitu berbentuk ikan dengan isian manis di dalamnya. 

Di Indonesia, camilan ini dikenal dengan nama roti ikan karena cetakan yang digunakan berbentuk ikan. Rasa bungeoppang mirip dengan waffle, namun bahan isiannya menggunakan pasta kacang merah.

Di Korea, bungeoppang biasanya dijual di pinggir jalan saat musim dingin dan disajikan dalam keadaan hangat dengan harga yang terjangkau. Tak heran jika camilan ini disukai oleh berbagai kalangan di Korea.

3. Kimbap

Kimbap mirip dengan sushi Jepang, dengan bahan dasar nasi yang digulung menggunakan rumput laut dan berbagai macam isian. Berbeda dengan sushi yang menggunakan ikan mentah, kimbap biasanya diisi dengan telur, daging, ikan, wortel, dan sayuran lainnya.

4. Tteokbokki

Tteokbokki adalah jajanan Korea yang sering muncul dalam drama Korea. Terbuat dari tepung beras yang kenyal, tteokbokki disajikan dengan saus pedas yang menggugah selera.

5. Bibimbap

Bibimbap adalah hidangan yang terdiri dari nasi dengan berbagai topping dan telur mata sapi. Bibimbap biasa disajikan dengan gochujang, saus pedas khas Korea.

Tips Bisnis Kuliner Korea

Jika kamu tertarik memulai bisnis kuliner street food Korea, ada beberapa hal yang perlu dipahami dan dipersiapkan agar usaha tersebut bisa berjalan sukses. 

Berikut ini adalah beberapa tips bisnis kuliner Korea yang dapat membantumu dalam memulai perjalanan bisnis makanan kekinian ini:

1. Siapkan Modal Usaha

Memulai bisnis street food Korea membutuhkan modal yang tidak terlalu besar, yaitu sekitar Rp 3–5 juta. Modal ini sudah mencakup pembelian berbagai perlengkapan penting seperti gerobak, peralatan masak, dan bahan makanan. Berikut rinciannya:

  • Gerobak untuk jualan makanan
  • Kompor gas kecil dua tungku
  • Wajan kotak stainless steel ukuran 40 x 30 cm (dua buah) untuk tteokbokki
  • Panci rebus 50 liter untuk kuah eomuk
  • Tteokbokki
  • Kim/rumput laut untuk kimbab
  • Gochujang (pasta cabai khas Korea)
  • Sayuran
  • Peralatan masak seperti spatula dan sendok kuah besar
  • Tepung terigu untuk baluran gorengan
  • Alat makan seperti sumpit, sendok, cup kecil, piring, dan mangkuk kecil
  • Kemasan makanan plastik

2. Tentukan Supplier Terpercaya

Bagi yang tinggal di Surabaya, kamu bisa mencari produsen makanan Korea dengan penawaran harga terbaik. Misalnya PT Kreasi Delapan Delapan yang memproduksi Topoki, Odeng, Gochujang, Kimchi, dan lainnya. 

Memiliki supplier yang konsisten akan sangat mendukung kelancaran bisnis kuliner Korea, apalagi jika ada fasilitas pengiriman gratis.

3. Pilih Lokasi yang Ramai

Pilihlah lokasi yang banyak dilalui orang seperti di sekitar kantor, kampus, sekolah, atau taman. Mengingat konsep street food yang cepat saji, kamu tidak perlu memilih tempat yang luas seperti ruko.

Tempat di pinggir jalan yang memungkinkan pembeli untuk membeli dan membawa pulang adalah pilihan yang tepat.

4. Tentukan Harga yang Terjangkau

Sebagai street food, harga jual harus disesuaikan dengan pasar. Karena modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar, sebaiknya harga makanan berada dalam kisaran Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per menu, agar tetap menarik perhatian pembeli tanpa mengesampingkan keuntungan.

5. Pastikan Lokasi dan Kebersihan Terjaga

Pilih lokasi yang jauh dari tempat kotor seperti got atau sampah, karena hal tersebut dapat memengaruhi reputasi penjualan. 

Selain itu, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan gerobak dan membuang sampah dengan rutin agar pembeli merasa nyaman dan percaya dengan kebersihan makanan yang kamu jual.

6. Gunakan Media Sosial

Media sosial memberikan platform gratis yang sangat berguna untuk promosi, sekaligus memungkinkan kamu untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Melalui media sosial, kamu juga bisa dengan mudah memperluas jangkauan bisnismu ke pasar online.

7. Jual secara Online

Untuk memperluas jangkauan pembeli, kamu bisa memanfaatkan aplikasi atau situs e-commerce untuk berjualan secara online. 

Aplikasi seperti GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menawarkan jajanan Korea kepada konsumen yang lebih luas.

8. Terapkan Strategi Promosi

Penting untuk menerapkan strategi promosi yang efektif, terutama saat memulai bisnis. Memberikan diskon atau promo menarik pada awal bisnis adalah cara yang umum digunakan. 

Kamu bisa memanfaatkan media sosial, aplikasi pengantaran makanan seperti GoFood dan GrabFood, atau memasang promosi langsung di lokasi usaha untuk menarik perhatian pembeli.

Sebagai penutup, dengan mengikuti tips bisnis kuliner Korea yang telah dibahas, kamu dapat memulai usaha dengan langkah yang lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index