BTN Dorong FLPP Hunian Vertikal di Tengah Perlambatan KPR

BTN Dorong FLPP Hunian Vertikal di Tengah Perlambatan KPR
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong strategi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) guna hunian vertikal di wilayah perkotaan seiring dengan ekspansi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada tahun ini yang melambat.

Pimpinan Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengakui pelemahan laju KPR menjadi atensi dari pihak perseroan.

Sebab, sektor perumahan, khususnya KPR bersubsidi, bertindak sebagai inti bisnis dari BTN.

"Memang kami akui tumbuhnya (KPR) dibanding tahun lalu lebih melambat, terutama di KPR subsidi. Nah ini yang kami juga lagi terus dorong kalau misalnya nanti ke depannya strategi kami ke rumah perkotaan lewat program pemerintah FLPP di high-rise building (hunian vertikal)," ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis.

Nixon memaparkan sampai Agustus 2026, pihak BTN telah mengucurkan KPR sekitar 120 ribu sampai 130 ribu unit.

Ia menerangkan kelesuan KPR tak bisa dipisahkan dari situasi industri pembangunan serta perumahan saat ini yang tengah melemah, khususnya pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Memang kalau kami lihat pertumbuhan KPR terutama yang MBR, kalau kami lihat memang lebih lambat pembangunan rumah maupun pembelian rumah," kata dia.

Oleh sebab itu, pihak BTN tidak merevisi sasaran pertumbuhan pinjaman tahun 2026 dengan tetap berada di kisaran 8 sampai 10 persen.

"Jadi kami enggak berani membuat target melebihi tren yang terjadi di industri perumahan," ujarnya.

Nixon menyambung, dari sisi pasokan, pembangunan hunian pun masih menemui sejumlah hambatan, khususnya di Provinsi Jawa Barat.

Persoalan perizinan menjadi salah satu variabel yang menyebabkan pasokan rumah belum bertumbuh maksimal.

"Apalagi sisi supply-nya juga masih pelan ya terutama di daerah Jawa Barat. Ada beberapa persoalan perizinan dan sebagainya," tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, pihak BTN berikrar menjaga eksistensinya sebagai bank yang memusatkan perhatian pada pembiayaan perumahan.

Nixon menyebut pangsa pasar BTN untuk KPR secara menyeluruh menggapai sekitar 38 persen, sementara khusus KPR subsidi menggapai sekitar 80 sampai 81 persen.

"Kami mengukuhkan BTN sebagai market leader KPR di Indonesia. Dan visi baru kami hari ini adalah menjadi mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga atau kami menyebutnya di dalam sebagai beyond mortgage. BTN mulai melakukan pendekatan bisnis berbasis ekosistem terintegrasi," ujarnya.

Adapun sampai penghujung Desember 2025, pihak BTN mencatatkan pengucuran kredit senilai Rp400,6 triliun atau bertambah 11,9 persen secara tahunan.

Penyaluran pembiayaan tersebut masih didominasi kredit perumahan yang menyentuh sekitar 82 persen dari total pinjaman perseroan sepanjang 2025.

Segmen KPR bertambah 8,7 persen menjadi Rp304,2 triliun, sementara kredit perumahan lainnya bertambah 5,1 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index