IHSG Rebound, Analis Sebut Pasar Belum Sepenuhnya Percaya

IHSG Rebound, Analis Sebut Pasar Belum Sepenuhnya Percaya
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai pergantian Menteri Keuangan berhasil meredakan sebagian ketidakpastian di pasar.

Namun, ia menekankan bahwa investor belum memberikan kepercayaan penuh terhadap stabilitas ekonomi ke depan.

Menurut Hendra, penguatan atau rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi setelah Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa lebih mencerminkan relief rally.

Hal ini terjadi karena pasar mendapatkan kepastian mengenai figur pemimpin di kementerian strategis tersebut, namun bukan berarti persoalan fiskal telah usai.

"Buktinya, pada perdagangan hari ini IHSG justru ditutup turun tipis 0,10% ke 6.534 dan investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp330 miliar.

Jadi, pasar sudah menyambut pergantian figur, tetapi belum sepenuhnya membeli ceritanya," ujar dari Sumbernya dalam keterangannya, Senin (14/9).

Hendra mengakui bahwa Suahasil Nazara memiliki modal yang kuat karena bukan orang baru di lingkungan Kementerian Keuangan.

Sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil dinilai sangat memahami struktur APBN, penerimaan dan belanja negara, hingga sensitivitas pasar terhadap kebijakan pemerintah.

Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah karena investor tidak perlu menghadapi fase adaptasi yang panjang.

Namun, ekspektasi pasar justru menjadi lebih tinggi terhadap sosok Suahasil.

"Investor sekarang tidak hanya menunggu siapa Menteri Keuangannya, tetapi ingin melihat apakah Suahasil mampu mengubah persepsi pasar terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia," jelas dari Sumbernya.

Hendra menyebutkan bahwa ujian pertama bagi Suahasil bukan sekadar mencapai angka pertumbuhan ekonomi atau menjaga defisit APBN, melainkan mengembalikan kredibilitas dan predictability kebijakan fiskal.

Pasar ingin melihat kejelasan arah belanja pemerintah, strategi pembiayaan, stabilitas Rupiah, serta koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter.

"Kalau komunikasi kebijakan jelas dan konsisten, pasar akan lebih mudah memberikan risk premium yang lebih rendah kepada Indonesia.

Sebaliknya, kalau kebijakan kembali berubah-ubah, rebound IHSG bisa cepat berubah menjadi false rebound," ungkap dari Sumbernya.

Pergantian Menkeu dipandang sebagai katalis awal, bukan game changer otomatis bagi tren IHSG.

Saat ini, pasar saham domestik masih dibayangi tekanan global yang berat, mulai dari harga minyak Brent yang menembus US$107 per barel hingga posisi Rupiah yang berada di kisaran Rp17.669 per dolar AS.

Secara teknikal, Hendra menyoroti level 6.500 sebagai area psikologis penting bagi IHSG.

Jika level ini mampu dipertahankan, peluang menuju 6.600–6.700 masih terbuka.

Namun, jika level 6.500 kembali tertembus ke bawah, investor harus bersiap menghadapi konsolidasi yang lebih dalam.

"Saya belum melihat kondisi saat ini sebagai awal dari bullish trend baru.

Ini masih fase pembuktian apakah rebound tersebut memiliki fondasi fundamental atau hanya reaksi sesaat terhadap pergantian figur," pungkas dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index