Strategi BI dan TPID Tangani Tekanan Harga di Bolmong Utara

Strategi BI dan TPID Tangani Tekanan Harga di Bolmong Utara
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Purwanto. ( sumber : net )

MANADO - Pihak Bank Indonesia (BI) bersinergi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melaksanakan upaya penguatan dalam rangka menstabilkan laju inflasi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondouw Utara (Boltara), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Penguatan pengendalian inflasi melalui kerangka 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Purwanto di Manado, Rabu.

Beliau menyebutkan bahwa salah satu implementasi nyatanya mencakup optimalisasi program Gerakan Pangan Murah (GPM), pendayagunaan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP), serta penguatan skema Kerja Sama Antardaerah (KAD).

Purwanto memaparkan dinamika mutakhir pergerakan inflasi di kawasan Sulawesi Utara, khususnya menyoroti lonjakan tekanan harga komoditas strategis seperti cabai rawit, sayur kangkung, tarif angkutan udara, daun bawang, hingga cabai merah.

Sorotan utama dialamatkan pada komoditas cabai rawit menyusul tingginya lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kabupaten Boltara yang mengindikasikan adanya tekanan pasar.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Boltara, Andi Alimuddin, menyatakan komitmen lembaganya untuk menyokong optimalisasi berbagai indikator makroekonomi daerah seperti IPH, data statistik hasil pertanian, tingkat kemiskinan, serta Nilai Tukar Petani (NTP) demi mempertajam analisis ekonomi sekaligus mengawal kebijakan pengendalian inflasi di kabupaten tersebut.

Rangkaian kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Boltara turut diwarnai dengan penyerahan simbolis rompi TPID oleh pihak KPwBI Provinsi Sulawesi Utara kepada segenap anggota Tim TPID sebagai wujud dukungan nyata dalam mempererat kolaborasi pengendalian inflasi lokal.

Bupati Boltara, Sirajudin Lasena, menegaskan komitmen penuh jajaran Pemerintah Kabupaten Boltara guna memperkokoh sektor ketahanan pangan, terutama tatkala menghadapi ancaman krisis perubahan iklim yang mendera komoditas cabai rawit serta beras premium akibat kendala pasokan.

Dari sudut pandang sektor produksi, beliau menambahkan bahwa Kabupaten Boltara sebenarnya menyimpan potensi lahan persawahan yang sangat luas, meski di sisi lain masih terkendala oleh keterbatasan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), terkhusus pada masa musim panen raya secara serentak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index