BTN Siap Salurkan Pembiayaan Rumah Tenor 40 Tahun Bunga 5 Persen

BTN Siap Salurkan Pembiayaan Rumah Tenor 40 Tahun Bunga 5 Persen
Ilustrasi KPR lunas sertifikat belum ada. ( sumber : net )

JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyambut baik rencana Kredit Pemilikan Rumah dengan tenor 40 tahun.

"Kami sangat senang ya," kata Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu di Jakarta, Senin (31/08/2026).

Nixon mengutarakan, BTN tengah menanti petunjuk pelaksanaan format baru itu diterbitkan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

"Segera keluar. Tanya Pak Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara) saja. Pak Ara pasti bilang segera keluar," ucapnya.

Nixon pun hendak mengadakan acara simbolis penyaluran KPR 40 tahun dengan satu atau dua orang calon debitur.

"Saya bilang begitu keluar Pak, saya mau ada acara simbolik, satu atau dua orang penerima yang tenor panjang. Karena ini pertama kali," ucapnya.

KPR subsidi bersama jangka panjang sampai 40 tahun sah berlaku Agustus 2026.

Keputusan mengenai perpanjangan masa cicilan KPR subsidi itu ditentukan melalui Keputusan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 1722/KPTS/M/2026 tentang Kriteria Rumah Umum Tapak dalam Fasilitasi Pemerintah Pusat.

Kepmen itu diteken Maruarar Sirait pada 6 Agustus 2026.

Regulasi mutakhir ini pun sekaligus mencabut ketentuan lampau seperti Keputusan Menteri Nomor 403/KPTS/M/2002, Kepmen PUPR Nomor 689 Tahun 2023, serta Kepmen PUPR Nomor 2947 Tahun 2024.

"Jangka waktu kredit/pembiayaan pemilikan rumah umum tapak paling lama 40 (empat puluh) tahun," bunyi Kepmen PKP Nomor 1722/KPTS/M/2026 dikutip pada Kamis (13/08/2026).

Di dalam aturan baru tersebut, suku bunga KPR umum tapak dalam implementasi FLPP ditetapkan sebesar 5 persen per tahun sesuai tenor yang berlaku.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria buka suara soal potensi kredit macet program KPR dengan tenor hingga 40 tahun.

Dony memastikan risiko tersebut telah diperhitungkan oleh perbankan.

"Pasti semua tentu sudah diperhitungkan dengan potensialnya seperti apa, risikonya seperti apa, semua bank tentu sudah mengalokasikan itu," ujar Dony saat ditemui di pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Kamis (27/08/2026).

Ia menguraikan, khusus untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), terdapat subsidi pemerintah sehingga suku bunganya bisa berada pada level yang rendah.

Menurut dia, format tersebut membuat masyarakat memperoleh cicilan dengan bunga rendah dan jangka waktu panjang.

Dony berkata, kombinasi cicilan yang lebih kecil dan tenor yang panjang diharapkan mampu mendongkrak kemampuan masyarakat untuk mempunyai rumah.

"Jadi makanya kami harapkan semakin banyak orang memiliki kemampuan untuk memiliki rumah," ucapnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index