PADANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Barat mencatat transaksi dan komitmen usaha selama berlangsungnya Sumbar Creative Economy Festival dari tanggal 28 hingga 30 Agustus 2026 mencapai Rp2,75 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Barat M. Abdul Majid Ikram menuturkan raihan tersebut memperlihatkan fungsi Sumbar Creative Economy Festival 2026 bukan sekadar wadah pameran barang, melainkan pula sebagai pusat transaksi, perluasan jangkauan pasar, serta pembentukan jejaring bisnis bagi usaha mikro kecil dan menengah Sumatra Barat.
"Dengan telah ditutupnya pelaksanaan SCF 2026 ini, kami melihat ada kabar yang menggembirakan bagi pelaku usaha yang terlibat pada iven ini. Transaksi penjualan bagus, dan ada buyers dari luar negeri juga," kata M. Abdul Majid Ikram dari Sumbernya, selepas meresmikan penutupan rangkaian kegiatan Sumbar Creative Economy Festival 2026 di Hotel Pangeran Beach, Padang, Minggu, 30 Agustus 2026.
Beliau mengutarakan bahwasanya Bank Indonesia mendapati adanya kesepakatan transaksi bersama pembeli asal Taiwan yang turut membentangkan jalan bagi komoditas unggulan lokal guna memperluas pasaran serta merangsek rantai pasok perdagangan dunia.
Majid memaparkan sampai hari ketiga penyelenggaraan Sumbar Creative Economy Festival 2026, angka penjualan langsung sementara menyentuh Rp917.762.200, yang terdiri atas Rp289.908.800 pada hari pertama, Rp375.989.900 pada hari kedua, serta Rp251.863.500 pada hari ketiga.
"Angka hari ketiga masih sementara karena transaksi dan rekapitulasi masih berlangsung," tegas M. Abdul Majid Ikram dari Sumbernya.
Majid mengemukakan Bank Indonesia pun mencatatkan omzet penjualan digital sepanjang bulan Agustus 2026 sampai selesainya gelaran Sumbar Creative Economy Festival senilai Rp1.337.300.000, sehingga akumulasi sementara penjualan langsung dan daring menembus angka Rp2.255.062.200.
Beliau menyebutkan Sumbar Creative Economy Festival 2026 turut membuahkan surat intensi kerja sama atau komitmen transaksi bersama pembeli asal Taiwan sebesar Rp490.800.000.
Dengan menggabungkan perolehan penjualan langsung, penjualan digital, serta surat intensi tersebut, total keseluruhan capaian sementara transaksi beserta proyeksi kolaborasi mencapai Rp2.745.862.200.
"Nilai ini akan diperbarui setelah seluruh transaksi dan rekapitulasi hari ketiga selesai dilakukan," sebut M. Abdul Majid Ikram dari Sumbernya.
Menurut pandangannya, Sumbar Creative Economy Festival 2026 merupakan manifestasi konkrit kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, sektor swasta, perbankan, komunitas, serta masyarakat dalam memperkokoh ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memacu usaha mikro kecil dan menengah agar naik tingkat, menuju digital, serta menembus pasar ekspor.
“SCF 2026 tidak berhenti pada kegiatan pameran dan penjualan produk. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses membawa UMKM dari produk yang baik menjadi bisnis yang kuat, dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas, serta dari potensi menjadi prestasi,” tegas M. Abdul Majid Ikram dari Sumbernya.
Majid menerangkan terdapat aneka ragam produk andalan Sumatra Barat yang dipamerkan, mulai dari kain tradisional, busana, hasil kriya, olahan makanan serta minuman, kopi, teh, sampai produk kreatif yang mengusung prinsip keberlanjutan.
Di samping itu, para pengunjung turut mendapatkan penyuluhan perihal Quick Response Code Indonesian Standard, Cinta, Bangga, Paham Rupiah, perlindungan konsumen, sistem keuangan syariah, literasi finansial, serta digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah.
Pihaknya menuturkan tingginya antusiasme warga terlihat dari jumlah pengunjung yang menembus angka lebih dari 2.000 jiwa pada hari pembukaan serta diestimasikan sekitar 2.000 jiwa pada hari kedua.
Dengan demikian, kurang lebih 4.000 orang telah mendatangi Sumbar Creative Economy Festival 2026 dalam kurun waktu dua hari pertama, belum termasuk total pengunjung hari penutupan yang masih dalam tahap penghitungan ulang.
Seluruh rangkaian acara Sumbar Creative Economy Festival 2026 yang meliputi pameran, forum diskusi, ajang perlombaan, serta pementasan seni budaya berlangsung secara tertib dan lancar.
Forum dalam kegiatan tersebut menyajikan berbagai sesi wicara, lokakarya, serta temu bisnis yang membahas topik pengelolaan keuangan, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pemasaran produk, digitalisasi beserta pengamanan data usaha mikro kecil dan menengah, ekspor, pembangunan hijau, sektor kesehatan, ekonomi syariah, hingga tren perancangan busana.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir yang turut hadir dalam penutupan Sumbar Creative Economy Festival 2026 menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi seluruh pihak yang telah menyukseskan gelaran Sumbar Creative Economy Festival 2026, khususnya pihak Bank Indonesia.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, perbankan, akademisi, komunitas, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Sumbar," harap Maigus Nasir dari Sumbernya.
Beliau menyatakan rampungnya Sumbar Creative Economy Festival 2026 ini diharapkan menjadi titik awal perluasan kerja sama agar produk-produk unggulan Sumatra Barat sanggup berkembang secara berkesinambungan serta kian kompetitif di pasaran domestik maupun internasional.