JAKARTA - Tiga buah kiat sederhana yang dapat memberikan bantuan untuk mengantisipasi timbulnya rasa kantuk sehabis menyantap makanan terhitung menarik untuk ditelaah.
Metode tersebut dapat memberikan kontribusi dalam menjaga kestabilan kadar gula di dalam darah.
Pasca menuntaskan makan, lapisan masyarakat pada umumnya kerap kali merasakan kantuk serta kondisi tubuh yang tidak bertenaga.
Padahal, tumpukan beban pekerjaan ataupun rentetan aktivitas lainnya telah menanti di depan mata untuk segera dituntaskan.
Seorang dokter sekaligus kreator konten kesehatan, dr. Cecep Hermawan, lewat tayangan video pada akun Instagram miliknya memaparkan bahwa fenomena melonjaknya kadar gula darah pasca makan sejatinya merupakan sebuah perkara yang lumrah terjadi.
Akan tetapi, Anda wajib meningkatkan kewaspadaan sekiranya tingkat kenaikan tersebut berjalan secara terlampau drastis.
Kondisi kadar gula darah yang meroket secara tajam dalam kurun waktu dua jam pasca makan rupanya tidak dapat dipandang sebelah mata.
Hal tersebut dikarenakan fenomena ini berkorelasi langsung terhadap risiko terjangkit penyakit jantung hingga gangguan diabetes.
“Habis makan, gula darah naik itu normal kok. Tapi kalau naiknya tajam dan sering, ini enggak sepele. Di penelitian populasi besar, kadar gula dua jam setelah makan yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung bahkan pada orang yang belum kena diabetes. Bukan nakut-nakutin ya, cuma biar kami sadar,” ujar dr. Cecep, dikutip Jumat (17/7/2026).
Sisi positifnya, fenomena lonjakan kadar gula dalam darah tersebut dapat kami kendalikan lewat metode yang terhitung sangat ringkas.
Poin utamanya terletak pada keaktifan dalam menggerakkan area otot-otot tubuh.
Pada waktu otot sedang melakukan kontraksi, bagian tersebut bakal menyerap kadar gula darah demi dialokasikan menjadi pasokan energi tanpa harus memberatkan sistem kerja dari hormon insulin.
“Kuncinya di otot. Pas otot berkontraksi, dia narik glukosa (gula darah) masuk ke sel lewat jalur yang gak butuh insulin. Jadi gerak ringan aja udah bikin gulanya kepake,” tuturnya.
Berikut merupakan 3 Trik Simpel yang Bisa Membantu Cegah Ngantuk Setelah Makan:
Poin ke-1, jauhi aktivitas duduk dalam durasi lama ataupun posisi rebahan.
Lawan paling berat pasca menuntaskan makan merupakan munculnya rasa malas.
Pihak dr. Cecep memberikan anjuran supaya Anda tidak langsung mengambil posisi duduk ataupun merebahkan badan.
Upayakan untuk mengambil posisi berdiri ataupun melangsungkan aktivitas jalan di tempat dalam durasi waktu 3 menit pada setiap rentang waktu 30 menit sekali.
Perkara ini memuat sifat wajib untuk dieksekusi supaya otot tubuh tetap aktif dalam membakar kandungan gula.
Poin ke-2, melangsungkan aktivitas jalan kaki dalam kurun waktu 10 menit.
Sekiranya Anda mempunyai waktu senggang, sempatkan diri untuk melangsungkan jalan kaki secara santai dalam durasi waktu 10 menit pasca makan.
Aktivitas fisik dengan intensitas ringan ini dinilai memuat efektivitas yang sangat tinggi guna memicu otot bekerja secara lebih aktif dalam menyerap kelebihan kandungan gula di dalam aliran darah.
Poin ke-3, mempraktikkan gerakan menjinjitkan kaki (Soleus Push-Up).
Bagaimana jadinya sekiranya kondisi keadaan memaksa Anda untuk harus tetap berada dalam posisi duduk bekerja pasca makan?
Anda tidak perlu merasa cemas, lantaran Anda dapat mempraktikkan gerakan menjinjitkan kaki secara berulang-ulang.
“Sekitar 60 kali per menit, selama duduk. Tekan ujung kaki ke lantai dulu, baru tumit naik,” tambah dr. Cecep.
Gerakan fisik tersebut dinilai efektif dalam menstimulasi otot betis guna menyerap kandungan gula darah bahkan pada saat Anda tengah berada dalam posisi duduk.
Bukan tanpa landasan dasar, tingkat efektivitas dari adanya jeda gerakan dalam durasi singkat ini telah dibuktikan lewat sebuah proyek penelitian yang melibatkan sebanyak 70 orang subjek dewasa sehat dengan kondisi berat badan berskala normal.
Perolehan hasilnya memperlihatkan bahwa beraktivitas secara aktif dengan berkala pasca makan terbukti memuat efektivitas dalam memelihara kestabilan kadar gula di dalam darah.
Kendati memuat hasil demikian, dr. Cecep memberikan peringatan bahwa tips untuk menurunkan kadar gula darah ini memuat status selaku langkah sokongan pembantu saja.
Metode ini bukan merupakan wujud pengganti dari proses pengobatan medis ataupun penerapan pola hidup sehat secara menyeluruh.
“Ini bukan pengganti obat atau gaya hidup sehat ya. Kalau kamu punya kondisi medis tertentu, tetap konsultasikan dulu dengan doktermu,” pungkas dia.