BP Tapera Matangkan Akad Massal 62 Ribu Unit KPR Sejahtera FLPP

BP Tapera Matangkan Akad Massal 62 Ribu Unit KPR Sejahtera FLPP
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Akad Massal. (FOTO:NET)

JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Akad Massal 62.000 Unit KPR Sejahtera FLPP dan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Graha Mandiri Lantai 5, Kantor BP Tapera, Jalan Imam Bonjol, Jakarta pada Senin (13/7/2026).

Pertemuan koordinasi ini dipimpin langsung oleh Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho serta dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Didyk Choiroel, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, jajaran Staf Khusus dan Staf Ahli Menteri, perwakilan bank-bank penyalur FLPP, asosiasi pengembang, dan mitra kerja BP Tapera, termasuk perwakilan PT Dwiwahana Delta Megah.

Agenda ini dilaksanakan guna memastikan seluruh rangkaian persiapan pelaksanaan akad massal dapat berjalan secara terencana. Fokus pembahasan meliputi kesiapan teknis penyelenggaraan, koordinasi dengan pihak bank penyalur serta pengembang, validasi data penerima manfaat, hingga sinkronisasi pelaksanaan kegiatan agar berlangsung tertib, efektif, dan menyajikan pelayanan optimal bagi masyarakat.

Rencana pelaksanaan akad massal 62.000 unit KPR Sejahtera FLPP pada 30 Juli 2026 menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyaluran pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan akses hunian layak dan terjangkau melalui kolaborasi erat antara BP Tapera, bank penyalur FLPP, dan pengembang perumahan.

Lewat rapat koordinasi ini, BP Tapera menegaskan komitmen kuat untuk memastikan seluruh proses akad massal dan penyaluran KUR Perumahan berjalan lancar, tepat sasaran, serta menghadirkan manfaat luas bagi publik. Upaya tersebut sekaligus memperkokoh sinergi semua pemangku kepentingan demi menyokong penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index