JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (9/7/2026), berlawanan arah dengan mayoritas bursa Asia yang menguat. Mengutip data RTI Business pukul 09.10 WIB, IHSG turun 0,17 persen atau 9,90 poin ke level 5.863,47.
Sebanyak 253 saham melemah, 227 saham menguat, dan 198 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 2,4 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,1 triliun.
Sektor yang tertekan:
- IDX Health: turun 0,85 persen
- IDX Infrastructure: turun 0,55 persen
- IDX Cyclicals: turun 0,33 persen
Saham LQ45 yang melemah:
- PT Astra International Tbk (ASII) turun 2,66 persen ke Rp4.760
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melemah 2,39 persen ke Rp2.450
- PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 1,90 persen ke Rp205
Saham LQ45 yang menguat:
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) naik 4,63 persen ke Rp565
- PT Alamtri Minerals Internasional Tbk (ADMR) menguat 1,81 persen ke Rp1.410
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,71 persen ke Rp1.190
Sentimen negatif IHSG berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik AS–Iran serta keputusan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan untuk kemungkinan reklasifikasi ke Frontier Market.
Berbeda dengan IHSG, mayoritas bursa Asia justru menguat. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8 persen. Nikkei 225 Jepang menguat 2,3 persen, mengakhiri tren pelemahan tiga hari berturut-turut. Di Korea Selatan, KOSPI melonjak 3,8 persen didorong kenaikan saham Samsung Electronics 3,6 persen dan SK Hynix 7,5 persen.
Meski demikian, reli bursa Asia masih dibatasi lonjakan harga minyak akibat konflik di kawasan Teluk, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan menekan pasar obligasi.