IHSG Rebound, Support 5.650 Jadi Penahan Tekanan Jual

IHSG Rebound, Support 5.650 Jadi Penahan Tekanan Jual
Ilustrasi IHSG (Sumber foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi, 7 Juli 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX Mobile pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 5.936,97, naik 20,90 poin atau 0,35 persen dari penutupan sebelumnya di 5.916,07.

Nilai transaksi tercatat Rp177,6 miliar dengan volume perdagangan 246,4 juta saham dalam 28.720 kali transaksi. Sebanyak 282 saham berada di zona hijau, 73 saham melemah, dan 606 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan mayoritas saham bergerak positif pada awal sesi.

Penguatan IHSG pagi ini melanjutkan reli perdagangan Senin, 6 Juli 2026, ketika indeks ditutup naik 0,69 persen. Meski demikian, investor asing masih mencatat aksi jual bersih Rp190,9 miliar di seluruh pasar.

Secara teknikal, level penting IHSG berada di sekitar 6.450. Selama belum mampu mencetak weekly close di atas 6.450 dengan candle kuat, peluang kenaikan lanjutan belum terkonfirmasi. Area ini menjadi pembeda antara rebound biasa dan perubahan tren yang lebih serius. Support penting ada di 5.650, lalu 5.300–5.400. Jika support ini bertahan, IHSG bisa membangun basis, namun jika ditembus risiko retest low masih terbuka.

Sementara itu, harga minyak mentah dunia melemah. Brent ditutup di US$71,99 per barel, turun 0,18 persen, sedangkan WTI di US$68,55 per barel, turun 0,2 persen, posisi terendah sejak Februari 2026. Pelemahan terjadi seiring pulihnya arus pelayaran di Selat Hormuz dan sinyal OPEC+ untuk menaikkan kuota produksi 188.000 barel per hari.

Di sisi lain, indeks dolar melemah ke 100,853, posisi terendah sejak 19 Juni 2026. Kondisi ini memberi peluang investor untuk masuk ke instrumen pasar negara berkembang, termasuk rupiah, yang diharapkan menopang pergerakan IHSG.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index