JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan 15 Juni 2026 ditutup naik 4,12% atau 247 poin ke level 6.254. Reli dua hari berturut-turut membawa IHSG kembali ke kisaran 6.200. Secara year-to-date, penurunan IHSG menyusut menjadi 27,66%.
Dari sisi makro, utang luar negeri Indonesia pada April 2026 tercatat Rp439,8 miliar, naik 1,9% yoy. Utang swasta terkoreksi 0,7% yoy di tengah kontraksi PMI Manufaktur April 2026 di level 49,1. Rasio utang luar negeri masih terjaga sebesar 29,6% terhadap PDB. Dari emiten, ASII sejak 16 Maret hingga 15 Juni 2026 telah melakukan buyback senilai Rp810,7 miliar atau 1,53 juta lot dengan harga rata-rata Rp5.283 per saham. Target buyback mencapai Rp2 triliun dengan realisasi 40,54%.
Dari global, bursa Wall Street terkoreksi terbatas. Indeks S&P 500 turun 0,57% dan Nasdaq melemah 1,15% pada 16 Juni. Pasar menanti keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan tetap di level 3,5%-3,75%, serta konferensi pers perdana Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.
Harga minyak mentah Brent turun 15% dalam dua pekan terakhir ke USD 79,51 per barel di tengah kekhawatiran inflasi CPI AS sebesar 4,25% pada Mei 2026. Dari Asia, Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 1%, tertinggi sejak September 1995, untuk menekan inflasi meski pada Mei 2026 hanya 1,4% yoy. IHSG hari ini diprediksi bergerak bervariasi dalam rentang 6.150–6.300.
Berikut rekomendasi saham hari ini:
BRIS (Accum Buy) Closing Price: 1.875 Target Price: 1.950 Stop Loss: 1.800 BRIS berpotensi reversal dengan pola triple bottom, target resistance di kisaran 1.960–1.980. Indikator MACD bar histogram mulai positif. Dari fundamental, BRIS mencatat pertumbuhan financing 14,4% yoy menjadi Rp328 triliun. Net margin income naik 13% yoy menjadi Rp4,9 triliun, PPOP naik 11,9% yoy menjadi Rp3,5 triliun, laba bersih tumbuh 17,1% yoy menjadi Rp2,2 triliun. Fee-based income meningkat 22,3% yoy ditopang bisnis emas.
EXCL (Accum Buy) Closing Price: 2.550 Target Price: 2.670 Stop Loss: 2.400 Harga EXCL masih di area support, strategi accum buy dapat dipertimbangkan. Indikator MACD bar histogram menunjukkan pelemahan terbatas. Saham EXCL diakumulasi oleh investor asing Rp499 miliar sejak awal tahun, meski terjadi outflow Rp78,4 triliun di pasar reguler ekuitas domestik hingga 15 Juni 2026.
CMRY (Accum Buy) Closing Price: 4.360 Target Price: 4.530 Stop Loss: 4.200 CMRY masih di area support dengan potensi pola rounding bottom menuju resistance 4.700. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas. Dari kinerja, CMRY kuartal I 2026 mencatat pendapatan Rp3,1 triliun, naik 27,95% yoy. Laba kotor naik 24,2% yoy menjadi Rp1,33 triliun dengan GPM 42%. Laba bersih Rp555 miliar, naik 15,6% yoy.
Tabel Rekomendasi Saham Hari Ini, 17 Juni 2026:
Kode Saham | Rekomendasi | Closing Price | Target Price | Stop Loss BRIS | Accum Buy | 1.875 | 1.950 | 1.800 EXCL | Accum Buy | 2.550 | 2.670 | 2.400 CMRY | Accum Buy | 4.360 | 4.530 | 4.200