Strategi Pajak Si Super Kaya Guna Jaga Keberlanjutan Fiskal Negara

Strategi Pajak Si Super Kaya Guna Jaga Keberlanjutan Fiskal Negara
ilustrasi Pajak

JAKARTA – Implementasi kebijakan pajak si super kaya diprediksi mampu menjadi solusi efektif untuk menambal defisit APBN dan memperkuat ruang fiskal pemerintah tahun ini.

Diskusi mengenai penajaman instrumen perpajakan bagi kelompok ekonomi teratas kembali mengemuka di tengah upaya pencarian sumber pendapatan mandiri.

Kebijakan ini dipandang tidak hanya sebagai langkah pengumpulan dana, tetapi juga upaya menciptakan keadilan redistribusi kekayaan yang lebih nyata.

"Pajak si super kaya bisa menjadi opsi yang sangat masuk akal untuk membantu menambal defisit APBN di tengah ketidakpastian ekonomi global," ujar Bhima Yudhistira, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Selasa (28/4/2026).

Penerapan skema ini memerlukan basis data yang kuat agar tidak terjadi pelarian modal ke negara dengan beban pajak yang lebih rendah.

Bhima Yudhistira berpendapat bahwa kontribusi dari kelompok masyarakat berpendapatan sangat tinggi akan memberikan dampak positif yang masif bagi pembangunan infrastruktur sosial.

Saat ini rasio perpajakan nasional masih memiliki ruang yang luas untuk ditingkatkan melalui segmentasi wajib pajak secara lebih spesifik.

"Kita perlu melihat bahwa pajak si super kaya di banyak negara maju telah terbukti efektif menjaga stabilitas anggaran negara mereka," tutur Bhima Yudhistira, dikutip dari kontan.co.id, Selasa (28/4/2026).

Potensi penerimaan dari sektor ini diperkirakan mencapai angka triliunan rupiah jika mekanisme pengawasannya dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Pemerintah terus melakukan pemetaan terhadap aset-aset finansial dan non-finansial milik individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi di tanah air.

"Penerapan pajak si super kaya tetap harus diikuti dengan perbaikan layanan publik agar kepercayaan masyarakat terhadap sistem pajak meningkat," tegas Bhima Yudhistira, melalui kontan.co.id, Selasa (28/4/2026).

Langkah koordinasi antarlembaga keuangan menjadi kunci utama untuk meminimalisir praktik penghindaran pajak di masa depan.

Keseimbangan antara penarikan pajak dan insentif investasi tetap dijaga agar iklim usaha domestik tidak kehilangan daya saingnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index