JAKARTA - Dalam ibadah shalat tarawih pada bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, salah satu amalan yang sering dipertanyakan umat Islam adalah waktu dan tanggal mulai dibacanya doa qunut witir.
Praktik membaca doa qunut witir dilakukan oleh sebagian umat yang mengikuti Mazhab Syafi’i, khususnya kalangan Nahdlatul Ulama (NU), pada bagian tertentu di akhir tarawih.
Doa ini merupakan bentuk permohonan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memohon petunjuk, perlindungan, dan keberkahan di tengah malam-malam penuh keutamaan menggapai Rahmat dan Lailatul Qadar.
Penetapan Awal Ramadhan 1447 H/2026 M dan Dampaknya
Penentuan waktu pelaksanaan qunut witir erat kaitannya dengan awal bulan Ramadhan yang telah ditetapkan melalui hasil Sidang Isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (RI). Berdasarkan keputusan resmi itu, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026.
Dengan perhitungan ini, hari ke-15 Ramadhan bertepatan dengan 5 Maret 2026, sehingga menjadikan itulah titik awal yang umum dipakai sebagian umat untuk mulai menyisipkan doa qunut witir dalam shalat witir mereka.
Pendekatan penetapan tanggal tersebut mengikuti tradisi penghitungan yang berlaku di kalangan NU dan pemerintah, yang mungkin sedikit berbeda dengan langkah hisab yang digunakan kelompok lain seperti Muhammadiyah.
Dalam pelaksanaan shalat tarawih, umat Islam mengerjakan ibadah tersebut secara berjemaah atau sendiri setelah shalat Isya. Tarawih biasanya terdiri atas sejumlah rakaat tertentu yang diakhiri dengan shalat witir, baik yang dilakukan tiga rakaat atau model lain yang sah menurut fiqh masing-masing mazhab.
Setelah tarawih berjemaah dan menjelang salam di rakaat terakhir witir, doa qunut witir disunnahkan dibacakan sebagai bentuk ibadah tambahan dalam paruh kedua Ramadhan.
Malam ke Berapa Qunut Witir Dilaksanakan
Tradisi membaca doa qunut witir dalam shalat tarawih berakar dari pandangan fiqh bahwa amalan tersebut dilakukan pada separuh akhir bulan Ramadhan, yaitu sejak malam ke-15 atau malam ke-16. Mengacu pada awal Ramadhan yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka malam pelaksanaan qunut witir secara praktis adalah malam ke-16 Ramadhan, bertepatan dengan Kamis malam, 5 Maret 2026.
Pengamalan doa ini kemudian dilanjutkan hingga malam terakhir bulan puasa, yang kemungkinan berkisar antara 19 Maret atau 20 Maret 2026 tergantung pada panjangnya bulan Ramadhan (29 atau 30 hari).
Para ulama mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa qunut witir termasuk sunnah mu’akkadah bagi yang mengikuti tradisi ini, karena dilakukan pada bagian akhir tarawih dan witir di malam-malam yang lebih dekat dengan Lailatul Qadar.
Sementara itu, pandangan lain dalam mazhab Hanafi, Hambali, dan Maliki mengatur pelaksanaan atau waktu qunut yang sedikit berbeda, namun praktik ini tetap dianggap sah dan baik dilakukan sebagai ibadah penyempurna.
Bacaan dan Tata Cara Qunut Witir
Doa qunut witir sendiri berisi permohonan kepada Allah agar diberi petunjuk, keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari keburukan. Dalam pelaksanaannya, qunut dibacakan setelah bangkit dari rukuk (iktidal) pada rakaat terakhir shalat witir sebelum sujud pertama. Bagi imam yang membacakan qunut secara jahar (keras), makmum cukup mengaminkan doa tersebut. Bagi yang melaksanakan sendiri, doa dibacakan sesuai dengan bacaan yang diajarkan dalam tradisi.
Bacaan qunut witir sendiri merangkai doa bahasa Arab beserta artinya yang memohon keselamatan, petunjuk, dan pengampunan. Umat Islam yang melaksanakannya mengangkat kedua tangan ketika membaca, seraya mengharapkan ridha Allah di tengah malam yang tenang. Sementara itu, kedua tangan diturunkan setelah selesai membaca doa sebelum melanjutkan sujud pertama.
Signifikansi Qunut Witir di Paruh Malam Terakhir Ramadhan
Amalan membaca doa qunut witir memiliki signifikansi rohani di dalam tradisi Muslim, khususnya ketika memasuki salah satu periode paling mulia dalam kalender Islam: sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Pada fase ini, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah, termasuk memperbanyak doa, lantunan Al-Qur’an, dan dzikir untuk mencari Lailatul Qadar yang memiliki keutamaan lebih dari seribu bulan. Dengan membaca qunut witir di waktu-waktu terakhir ini, jamaah berharap mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah Swt.
Bagi banyak jamaah yang mengikuti tradisi mazhab Syafi’i, pelaksanaan qunut witir dalam tarawih menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman ibadah Ramadhan. Doa ini menunjukkan kerendahan hati dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa di penghujung malam-malam penuh berkah, sekaligus menjadi ekspresi keimanan yang mendalam di saat umat Islam memperbanyak ketaatan dan refleksi spiritual di bulan suci.