JAKARTA - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,86 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan perayaan Idul Fitri tahun ini, langkah yang dilakukan sebagai antisipasi lonjakan permintaan uang kartal di wilayah tersebut.
Permintaan uang tunai diproyeksikan meningkat tajam pada masa Ramadan dan Lebaran, yang secara tradisional menjadi periode tertinggi mobilitas dan transaksi masyarakat. Dalam menghadapi situasi tersebut, BI menggencarkan berbagai layanan untuk memastikan peredaran uang tetap lancar, mencukupi kebutuhan ekonomi masyarakat, serta mendukung aktivitas sosial budaya di Sulawesi Tengah.
Peningkatan Kebutuhan Uang Tunai Menjelang Ramadan dan Idul Fitri
Permintaan uang tunai di Sulawesi Tengah diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna, kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran diperkirakan mencapai Rp1,76 triliun, yang mencerminkan kenaikan sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jumlah kebutuhan yang meningkat ini dipicu oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, anggota Polri, dan pekerja swasta menjadi salah satu pendorong utama. Aktivitas ekonomi yang meningkat, termasuk transaksi di pasar tradisional maupun perbankan, turut mendorong permintaan uang kartal di masyarakat.
Selain itu, tradisi berbagi selama bulan suci Ramadan dan penyaluran bantuan sosial juga meningkatkan peredaran uang tunai di tingkat masyarakat. Aktivitas sosial budaya ini membuat BI dan perbankan terkait harus sigap menyediakan uang fisik yang layak edar.
Komposisi Uang yang Disiapkan BI di Sulteng
Dana tunai Rp2,86 triliun yang disiapkan BI terdiri dari berbagai pecahan, agar dapat memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat secara efektif dan efisien. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Uang pecahan besar (Rp50 ribu dan Rp100 ribu) senilai Rp2,58 triliun.
Uang pecahan kecil (di bawah Rp20 ribu) senilai Rp277,6 miliar.
Pecahan besar memberikan kemudahan transaksi bernilai tinggi seperti pembayaran THR dan kebutuhan besar lainnya, sedangkan pecahan kecil penting untuk transaksi harian di pasar, transportasi, dan kegiatan ekonomi mikro masyarakat. Kombinasi kedua jenis pecahan ini diharapkan dapat memenuhi spektrum kebutuhan masyarakat dengan baik.
Program SERAMBI 2026: Akses Layanan Penukaran Uang
Untuk mendistribusikan dan menyediakan uang tunai bagi masyarakat, BI kembali menggelar program bertajuk “Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026”, yang telah dimulai sejak tanggal 18 Februari 2026.
Program ini menyediakan layanan penukaran uang melalui berbagai cara, termasuk layanan kas keliling dan titik layanan di lokasi strategis. Jadwal kas keliling dijadwalkan berlangsung 11 kali di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, sehingga masyarakat di berbagai wilayah dapat lebih mudah mendapatkan uang baru atau layak edar.
BI juga membuka layanan khusus di titik mobilitas masyarakat, seperti Terminal Tipo pada 9 Maret dan Pelabuhan Donggala pada 12 Maret, untuk menjangkau masyarakat yang mobilitasnya tinggi di tempat-tempat umum.
Dalam upaya memperluas jangkauan layanan, BI bekerja sama dengan 22 perbankan untuk membuka layanan penukaran di 26 titik berbeda yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, termasuk Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk, hingga Pasangkayu. Total frekuensi layanan mencapai 52 kali, angka yang meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dukungan Sistem Distribusi dan Kondisi Likuiditas
Dengan terselenggaranya SERAMBI 2026 dan berbagai layanan penukaran yang tersebar luas, Bank Indonesia berupaya menjaga kelancaran sistem pembayaran dan ketersediaan uang tunai yang memadai di masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri.
Langkah ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia secara nasional untuk memastikan pasokan uang cukup dalam menghadapi periode puncak transaksi. Secara umum, BI juga menguatkan infrastruktur pembayaran dan sistem distribusi untuk merespon lonjakan kebutuhan masyarakat.
Program SERAMBI sendiri bukan hanya berdampak pada kelancaran transaksi, tetapi juga mendorong inklusi dan literasi keuangan, serta mempererat hubungan antara lembaga perbankan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dukungan aktif dari perbankan nasional dalam pelaksanaan layanan penukaran uang semakin menambah efektivitas distribusi uang kartal di berbagai daerah.
Tantangan dan Harapan di Tengah Ramadan
Masyarakat di Sulawesi Tengah dan seluruh Indonesia menghadapi Ramadan sebagai periode transaksi tinggi, baik untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, tradisi berbagi, maupun ritual sosial. Ketersediaan uang tunai yang memadai menjadi salah satu kunci agar aktivitas ini berjalan tanpa hambatan.
Dengan berbagai strategi yang dijalankan BI termasuk alokasi dana yang cukup besar, layanan penukaran yang luas, dan koordinasi aktif dengan perbankan, diperkirakan kebutuhan masyarakat akan uang tunai dapat terpenuhi. Langkah ini juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran nasional selama periode penting tahunan tersebut.