Prabowo Buka Opsi Reshuffle Kabinet Jelang 2 Tahun Pemerintahan

Kamis, 17 September 2026 | 05:28:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — Presiden Prabowo Subianto membuka peluang perombakan Kabinet Merah Putih secara besar-besaran saat pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendekati dua tahun. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam dialog bersama jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Menurutnya, evaluasi kinerja kabinet berjalan terus-menerus dan momentum dua tahun dinilai logis sebagai titik penilaian.

Presiden Prabowo Subianto menilai dua tahun masa kepemimpinan adalah waktu yang cukup bagi setiap menteri untuk membuktikan kemampuan mereka. Karena itu, ia menyebut perombakan kabinet sebagai sesuatu yang logis jika dilakukan pada periode tersebut.

Pernyataan itu muncul dalam dialog bersama sejumlah jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). Dialog tersebut disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).

Evaluasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Prabowo menegaskan evaluasi terhadap jajaran Kabinet Merah Putih dilakukan secara berkelanjutan. Meski demikian, ia menilai secara objektif timnya saat ini bekerja dengan baik.

"Dan sampai sekarang secara objektif ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke," kata Prabowo.

Kepala negara juga menyampaikan kepada para menteri bahwa pemerintah perlu memprioritaskan hal-hal mendasar terlebih dahulu. Prioritas utama menurutnya adalah ketahanan pangan melalui swasembada pangan.

Setelah pangan, Prabowo menyoroti pengamanan pasokan BBM. Ia menilai kondisi bahan bakar saat ini tidak seburuk yang dialami banyak negara lain berkat langkah antisipasi yang dijalankan pemerintah.

"Kita bikin B50 dari kelapa sawit dan sebagainya nanti ke tenaga surya besar-besaran. Baru tentunya kita harus kita harus memperbaiki yang sekian puluh tahun aliran uang itu ke luar negeri. Ini yang harus kita amankan," ujar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Stunting hingga Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas

Prioritas berikutnya, menurut Prabowo, adalah mengatasi kelaparan anak yang berujung pada stunting serta kemiskinan absolut atau kemiskinan ekstrem. Setelah itu, pemerintah menyoroti efisiensi anggaran untuk menyelamatkan kebocoran dan mendorong investasi di sektor yang mampu menghasilkan devisa serta lapangan kerja.

Prabowo menyebut ada sejumlah kementerian yang tidak berada di garis depan. Meski begitu, ia menilai kementerian-kementerian tersebut memahami posisinya dan bekerja dengan inisiatif masing-masing.

"Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang ya. Tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place," lanjut mantan Menteri Pertahanan tersebut.

Kompetensi dan Kecocokan Jadi Pertimbangan Utama

Dalam menentukan susunan kabinet, Prabowo menekankan pentingnya kompetensi sekaligus kecocokan setiap orang pada kementerian dan lembaga. Menurutnya, pemerintah tidak bisa menghindari penggantian pejabat yang bermasalah.

"Ya kita harus tadi, kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar atau dia sendiri ada masalah ya kita enggak bisa hindari kan?," ujarnya.

Saat ditanya kembali apakah usia dua tahun pemerintahannya menjadi momentum tepat untuk perombakan kabinet, Prabowo menjawab singkat.

"Saya kira itu sesuatu yang logis ya. Iya kan? Dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," kata Prabowo.

Wacana reshuffle ini menjadi perhatian pelaku pasar karena menyangkut arah kebijakan ekonomi ke depan. Sejumlah kementerian yang membawahi sektor pangan, energi, dan fiskal dipandang krusial dalam menjaga iklim investasi serta stabilitas belanja negara.

Terkini