Pramono Beberkan Alasan Minta Danantara Biayai LRT Jakarta hingga JIS dan Halim

Rabu, 16 September 2026 | 23:52:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkap alasan meminta dukungan Danantara untuk memperluas rute LRT hingga Jakarta International Stadium (JIS) dan Stasiun Whoosh Halim. Menurutnya, sebagai pemimpin Jakarta ia wajib menyiapkan berbagai alternatif pembiayaan proyek tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan kebutuhan pembiayaan alternatif menjadi dasar permintaannya kepada Danantara Indonesia untuk melanjutkan pembangunan LRT Jakarta. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers usai peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Rabu.

Pramono menyebut proyek lanjutan rute Manggarai-Dukuh Atas membutuhkan dana sekitar Rp2,7 triliun dan dijadwalkan mulai dibangun pada 2027. Dana tersebut, katanya, sebenarnya sudah tersedia, namun ia tetap menyiapkan sejumlah opsi pembiayaan lain.

"Jadi, saya sebagai gubernur, sebagai pemimpin Jakarta, tentunya harus punya berbagai alternatif pembiayaan untuk penyelesaian LRT di Jakarta ini," ujar Pramono.

Opsi Pendanaan: Obligasi, APBD, hingga Danantara

Pramono merinci tiga sumber pembiayaan yang tengah dipertimbangkan untuk meneruskan pembangunan jaringan LRT Jakarta. Selain obligasi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ia membuka peluang penggunaan dana dari Danantara.

"Jadi, intinya, bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara," ungkapnya.

Ia menegaskan belum menetapkan satu skema pembiayaan tertentu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menimbang kombinasi sumber dana yang paling memungkinkan untuk menutup kebutuhan proyek.

Rute Baru Menuju JIS dan Stasiun Whoosh Halim

Perluasan rute LRT Jakarta direncanakan menjangkau Jakarta International Stadium (JIS) dan Stasiun Whoosh Halim. Pramono berharap pembangunan jalur tersebut dapat dibiayai melalui Danantara atau penerbitan obligasi.

Menurutnya, arahan Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai menjadi dasar percepatan proyek lanjutan ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut akan segera menindaklanjuti perluasan rute menuju JIS hingga Stasiun Whoosh Halim.

"Dan kalau itu sudah terkoneksi, sebenarnya, LRT Jakarta di bagian tengahnya sudah terhubung dari Utara, Timur, Selatan, kemudian sampai dengan Pusat," tutur Pramono.

Dorongan Presiden agar Danantara Turun Tangan

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan Danantara Indonesia wajib membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pembangunan LRT. Menurutnya, Jakarta bukan hanya milik warga yang tinggal di ibu kota, melainkan milik seluruh bangsa.

"Saya kira, Danantara wajib membantu, karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa," tegas Prabowo.

Dengan arahan tersebut, proyek perluasan LRT Jakarta menuju JIS dan Stasiun Whoosh Halim memasuki tahap penjajakan pembiayaan. Kepastian skema pendanaan diharapkan rampung sebelum konstruksi rute Manggarai-Dukuh Atas dimulai pada 2027.

Terkini