Indeks Penjualan Riil Juli 2026 Catat Pertumbuhan 1,1 Persen

Jumat, 11 September 2026 | 19:36:31 WIB
BI. ( sumber : net )

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengumumkan pada Juli 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) menorehkan pertumbuhan sebesar 1,1% (yoy).

IPR tersebut mendaki apabila dikomparasikan dengan realisasi pada Juni 2026 yang sempat mendapati kontraksi senilai 3,0% (yoy).

"Kinerja tersebut terutama didorong oleh peningkatan pertumbuhan penjualan secara tahunan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Kelompok Barang Lainnya," menurut dari Sumbernya.

Secara bulanan, penjualan eceran per Juli 2026 terpantau terkontraksi sebesar 0,1% (mtm) yang diakibatkan oleh normalisasi permintaan sesudah masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta liburan sekolah.

Ke depannya, pihak BI memprediksikan performa penjualan eceran pada Agustus 2026 bakal terus tumbuh, walau dengan kecepatan yang melambat jika dibandingkan bulan lalu.

Berdasarkan data SPE BI, Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 diprediksi berada di angka 224,6, atau tumbuh 0,5% secara tahunan (yoy) - melambat daripada realisasi Juli 2026 yang tumbuh 1,1% (yoy).

BI memaparkan, ekspansi penjualan eceran pada Agustus 2026 utamanya disokong oleh Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, dengan perolehan indeks 150,0 atau melesat signifikan 10,1% (yoy).

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau turut menyokong lewat pertumbuhan 0,7% (yoy) pada posisi indeks 317,6.

Sebaliknya, beberapa kelompok masih mengalami kontraksi tahunan kendati keadaannya membaik dibanding bulan-bulan terdahulu - mencakup Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi yang terkontraksi 1,7% (yoy), serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi yang terkontraksi 1,2% (yoy).

Di samping itu, secara bulanan (mtm), kinerja penjualan eceran Agustus 2026 diproyeksikan cenderung stabil bila disandingkan dengan Juli 2026.

Sejumlah kelompok yang diproyeksikan menanjak secara bulanan meliputi Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (2,5% mtm), Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (2,3% mtm), serta Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (0,8% mtm).

BI mengutarakan, permintaan pada kelompok-kelompok tersebut senantiasa terjaga seirama bersama momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia.

Informasi ini pun sejalan bersama proyeksi tekanan inflasi yang diestimasikan merosot.

Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Oktober 2026 serta Januari 2027 masing-masing berturut-turut berada di angka 146,5 dan 166,0 - lebih kecil jika dibandingkan masa sebelumnya yang berada di level 155,2 dan 168,1.

Secara spasial, performa penjualan eceran Agustus 2026 diprediksikan mendaki di kebanyakan kota wilayah cakupan survei, dengan lonjakan tertinggi diestimasikan terjadi pada kota Manado (24,1% yoy), disusul Medan (21,6% yoy) serta Bandung (10,7% yoy).

Terkini