BTN Pacu Program FLPP Hunian Vertikal Akibat KPR Melambat

Jumat, 11 September 2026 | 19:36:31 WIB
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memacu strategi distribusi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk hunian vertikal di kawasan perkotaan seiring pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tahun ini yang melambat.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengakui perlambatan pertumbuhan KPR menjadi perhatian perseroan.

Sebab, sektor perumahan, khususnya KPR subsidi, menjadi inti bisnis dari BTN.

"Memang kami akui tumbuhnya (KPR) dibanding tahun lalu lebih melambat, terutama di KPR subsidi. Nah ini yang kami juga lagi terus dorong kalau misalnya nanti ke depannya strategi kami ke rumah perkotaan lewat program pemerintah FLPP di high-rise building (hunian vertikal)," ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis.

Nixon menyampaikan hingga Agustus 2026, pihak BTN telah menyalurkan KPR sekitar 120 ribu hingga 130 ribu unit.

Ia menjelaskan perlambatan KPR tak terlepas dari kondisi industri pembangunan dan perumahan saat ini yang tengah lesu, khususnya pada segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Memang kalau kami lihat pertumbuhan KPR terutama yang MBR, kalau kami lihat memang lebih lambat pembangunan rumah maupun pembelian rumah," kata dia.

Maka dari itu, pihak BTN tidak merevisi target pertumbuhan kredit tahun 2026 dengan tetap di kisaran 8-10 persen.

"Jadi kami enggak berani membuat target melebihi tren yang terjadi di industri perumahan," ujarnya.

Nixon melanjutkan, dari sisi pasokan, pembangunan rumah juga masih menghadapi sejumlah kendala, terutama di Provinsi Jawa Barat.

Persoalan perizinan menjadi salah satu faktor yang membuat pasokan rumah belum tumbuh optimal.

"Apalagi sisi supply-nya juga masih pelan ya terutama di daerah Jawa Barat. Ada beberapa persoalan perizinan dan sebagainya," tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, pihak BTN berkomitmen mempertahankan posisinya sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan.

Nixon menyebut pangsa pasar BTN untuk KPR secara keseluruhan mencapai sekitar 38 persen, sedangkan khusus KPR subsidi mencapai sekitar 80-81 persen.

"Kami mengukuhkan BTN sebagai market leader KPR di Indonesia. Dan visi baru kami hari ini adalah menjadi mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga atau kami menyebutnya di dalam sebagai beyond mortgage. BTN mulai melakukan pendekatan bisnis berbasis ekosistem terintegrasi," ujarnya.

Adapun hingga akhir Desember 2025, pihak BTN mencatat penyaluran kredit sebesar Rp400,6 triliun atau tumbuh 11,9 persen secara tahunan.

Penyaluran kredit tersebut masih didominasi kredit perumahan yang mencapai sekitar 82 persen dari total pinjaman perseroan sepanjang 2025.

Segmen KPR tumbuh 8,7 persen menjadi Rp304,2 triliun, sedangkan kredit perumahan lainnya tumbuh 5,1 persen.

Terkini