Targetkan Porsi Kredit Non-KPR BTN Capai 30 Persen pada 2030

Jumat, 11 September 2026 | 19:36:31 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara. ( sumber : net )

JAKARTA - Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik porsi pembiayaan non-perumahan mencapai sekitar 30 persen dari keseluruhan kredit pada 2030, dari posisi 20,4 persen per Juni 2026 serta 18,0 persen pada penghujung 2025.

Pemimpin Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengemukakan ekspansi sektor non-perumahan bukan berarti pihak BTN meninggalkan fokus utamanya di bidang perumahan.

Sebaliknya, langkah strategis tersebut diarahkan guna memperkokoh struktur bisnis BTN lewat penciptaan sumber ekspansi baru yang tetap mempunyai keterikatan dengan basis nasabah dan ekosistem Perseroan.

"BTN tetap menjadi bank yang fokus pada sektor perumahan. Namun, kebutuhan nasabah tidak berhenti ketika mereka memiliki rumah. Melalui Beyond Mortgage, kami ingin hadir lebih luas dalam kebutuhan finansial nasabah sekaligus masuk ke ekosistem-ekosistem baru yang memiliki potensi bisnis besar," ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Guna mempercepat diversifikasi tersebut, pihak BTN menempuh pertumbuhan secara organik maupun anorganik.

Salah satunya melalui pencaplokan portofolio kredit secara selektif guna memperbesar basis nasabah sekaligus mendongkrak kontribusi bisnis non-perumahan.

Hingga Juni 2026, porsi pembiayaan non-perumahan BTN sudah meningkat menjadi 20,4 persen dari total kredit, dan diprediksi terus menanjak secara bertahap menuju 30 persen pada 2030.

Pada periode yang sama, pihak BTN merancang pendekatan usaha berbasis ekosistem dengan memperluas kerja sama di luar sektor perumahan.

Hingga Juni 2026, pihak BTN sudah menjalin kerja sama bersama 59 instansi pemerintah daerah, 57 perguruan tinggi, serta 26 rumah sakit di berbagai penjuru Nusantara.

Perseroan juga mulai memperluas penetrasi ke sektor pariwisata dengan menggarap transaksi di merchant, kuliner, resor, properti hingga kawasan rekreasi.

"Ekosistem menjadi pintu masuk yang sangat penting. Ketika BTN masuk ke pemerintah daerah, misalnya, peluangnya bukan hanya pengelolaan rekening institusi, tetapi juga payroll, KPR dan kredit konsumer bagi ASN, treasury hingga berbagai transaksi lainnya. Pola yang sama kami kembangkan di pendidikan, kesehatan maupun pariwisata," tutur Nixon.

Strategi tersebut ditopang oleh pengembangan ekosistem digital milik BTN.

Hingga Juni 2026, platform balé by BTN tercatat mempunyai 4,3 juta pengguna, sementara balé Korpora dimanfaatkan sekitar 25.700 pengguna.

Ekosistem BTN pun telah merangkum lebih dari 344.000 merchant, melampaui 11.000 developer, serta sekitar 439.000 rekening payroll.

Di bidang kesehatan, contohnya, pihak BTN menghadirkan Healthcare Dashboard lewat balé Korpora yang sanggup membantu institusi rumah sakit memantau kinerja secara real-time, mencakup produktivitas dokter serta perputaran kas.

Sementara di sektor pariwisata, pihak BTN menyediakan solusi pembayaran, transaksi serta layanan keuangan terpadu di sejumlah titik destinasi wisata.

Di samping pendapatan berbasis bunga, ekspansi Beyond Mortgage jugalah mulai diarahkan untuk memperbesar porsi pemasukan berbasis komisi.

Salah satunya lewat jalur bancassurance yang hingga semester I-2026 menghasilkan pendapatan non-bunga sebesar Rp27,4 miliar, setara kira-kira 1,5 persen dari total fee-based income BTN.

Perseroan juga tengah mematangkan kemitraan bancassurance eksklusif melalui jaringan kantor layanan.

Nixon menerangkan perluasan usaha tersebut bakal tetap berjalan beriringan bersama penguatan bisnis perumahan yang bertindak sebagai kompetensi utama BTN.

Dengan demikian, Beyond Mortgage tidak mengubah identitas BTN sebagai bank yang menitikberatkan perhatian pada sektor perumahan, melainkan membuka ruang lebih luas bagi Perseroan untuk menyerap kebutuhan finansial nasabah sepanjang siklus kehidupannya.

Terkini