Bank Tabungan Negara Siap Salurkan KPR Jangka Waktu 40 Tahun

Rabu, 02 September 2026 | 13:05:10 WIB
Ilustrasi KPR lunas sertifikat belum ada. ( sumber : net )

JAKARTA — Perseroan Terbatas Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyambut baik rencana Kredit Pemilikan Rumah dengan tenor 40 tahun.

"Kami sangat senang ya," kata Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu di Jakarta, Senin (31/08/2026).

Nixon mengemukakan, BTN sedang menunggu petunjuk pelaksanaan skema baru tersebut diterbitkan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

"Segera keluar. Tanya Pak Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara) saja. Pak Ara pasti bilang segera keluar," ucapnya.

Nixon pun mau mengadakan acara simbolik penyaluran KPR 40 tahun dengan satu atau dua orang calon debitur.

"Saya bilang begitu keluar Pak, saya mau ada acara simbolik, satu atau dua orang penerima yang tenor panjang. Karena ini pertama kali," ucapnya.

Kredit subsidi dengan tenor panjang sampai dengan 40 tahun resmi berlaku Agustus 2026.

Keputusan mengenai perpanjangan masa cicilan KPR subsidi itu ditetapkan lewat Keputusan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 1722/KPTS/M/2026 tentang Kriteria Rumah Umum Tapak dalam Fasilitas Pemerintah Pusat.

Kepmen itu ditandatangani Maruarar Sirait pada 6 Agustus 2026.

Regulasi terbaru ini juga sekaligus membatalkan ketentuan terdahulu seperti Keputusan Menteri Nomor 403/KPTS/M/2002, Kepmen PUPR Nomor 689 Tahun 2023, dan Kepmen PUPR Nomor 2947 Tahun 2024.

"Jangka waktu kredit/pembiayaan pemilikan rumah umum tapak paling lama 40 (empat puluh) tahun," bunyi Kepmen PKP Nomor 1722/KPTS/M/2026 dikutip pada Kamis (13/08/2026).

Di dalam aturan anyar tersebut, suku bunga KPR umum tapak dalam pelaksanaan FLPP ditentukan sebesar 5 persen per tahun sesuai tenor yang berlaku.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria angkat bicara soal potensi kredit macet program KPR dengan tenor hingga 40 tahun.

Dony memastikan risiko tersebut telah dikalkulasikan oleh perbankan.

"Pasti semua tentu sudah diperhitungkan dengan potensialnya seperti apa, risikonya seperti apa, semua bank tentu sudah mengalokasikan itu," ujar Dony saat ditemui di pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Kamis (27/08/2026).

Ia menerangkan, khusus untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), ada subsidi pemerintah sehingga suku bunganya dapat berada pada level yang rendah.

Menurut dia, skema tersebut membuat masyarakat mendapatkan cicilan dengan bunga rendah dan jangka waktu panjang.

Dony menuturkan, kombinasi cicilan yang lebih kecil dan tenor yang panjang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah.

"Jadi makanya kami harapkan semakin banyak orang memiliki kemampuan untuk memiliki rumah," ucapnya.

Tags

Terkini