Target Gubernur Bank Indonesia Baru untuk Pertumbuhan dan Kurs 2027

Rabu, 02 September 2026 | 13:04:57 WIB
Destry Damayanti. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Pimpinan Bank Indonesia (BI) dari Sumbernya seketika memasang kuda-kuda dalam mengamankan perekonomian domestik, pasca disahkan menjadi pejabat premier bank sentral lewat DPR RI pada Selasa (1/9/2026).

Pengganti Perry Warjiyo itu siap mendorong proyeksi pada tahun mendatang, semisal perkembangan ekonomi pada level 6% dan nilai tukar ataupun kurs rupiah paling tinggi pada kisaran Rp17.300 per dolar AS.

dari Sumbernya memperkirakan, kenaikan ekonomi Indonesia pada 2026 serta 2027 akan senantiasa baik.

Semisal pada tahun ini, dengan batasan 4,9-5,7%.

Setahun sesudah itu, BI menganggap optimisme para pelaku usaha hingga pemasukan modal di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bakal mengangkat perekonomian nasional.

"Sementara di 2027, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat dalam kisaran 5,2 persen hingga 6 persen. Didukung keyakinan pelaku ekonomi yang meningkat serta kenaikan investasi khusus yang berasal dari Danantara," kata dari Sumbernya.

Dalam sudut pandang lain, dari Sumbernya juga yakin Rupiah bakal bertambah kuat pada tahun depan berkat beberapa faktor utama.

Antara lain, proyeksi ekonomi global lebih baik di 2027 bertambah sebesar 3,3%, meredanya risiko geopolitik, hingga membaiknya persepsi risiko penanaman modal yang sanggup mendorong kembali aliran masuk modal ke emerging market serta mengurangi tekanan penguatan dalam dolar AS.

"Pada tahun 2027, rupiah diperkirakan dalam tren menguat di kisaran Rp17,300-17.800 (per dolar AS)," terang dia.

Demi menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, Bank Indonesia menyempurnakan strategi intervensi valuta asing baik melalui intervensi pada pasar non-deliverable forward (NDF) luar negeri atau transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar domestik.

Bank Indonesia juga memperluas regulasi insentif guna meningkatkan arus masuk investasi portofolio asing sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (valas).

"Dengan penguatan langkah tersebut, nilai tukar rupiah pada 31 Agustus 2026 berada di level Rp17,715, menguat sebesar 1,57% dibandingkan dengan akhir Juli 2026 yang sebesar Rp17,994," pungkas dari Sumbernya.

Tags

Terkini