KNVB Desak FIFA Ganti Infantino dan Reformasi Total pada 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:23:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — KNVB, salah satu anggota pendiri FIFA sejak 1904, mengeluarkan pernyataan keras pada Minggu (16/2). Mereka menilai kekuasaan yang terpusat di tangan presiden telah mengganggu keseimbangan organisasi dan menghambat perkembangan sepak bola global.

“KNVB tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino. Kami percaya FIFA membutuhkan kepemimpinan baru mulai tahun 2027,” demikian bunyi pernyataan resmi KNVB.

Usulan Reformasi dan Rencana KTT Amsterdam

Dalam pernyataannya, KNVB menegaskan bahwa pergantian presiden saja tidak cukup. Mereka mengusulkan perubahan mendasar pada struktur kekuasaan FIFA, termasuk pemisahan tegas antara peran presiden dan administrasi organisasi.

“Kami melihat terlalu banyak kekuasaan terkonsentrasi di sekitar presiden FIFA dan kurangnya pemisahan antara presiden dan administrasi FIFA,” tulis KNVB.

Sebagai langkah konkret, KNVB berencana menjadi tuan rumah “KTT Internasional tentang Masa Depan FIFA” di Amsterdam. Seluruh 211 asosiasi anggota dan konfederasi dari berbagai belahan dunia diundang untuk membahas arah baru organisasi.

“Kami ingin mengembangkan arah baru ini bersama-sama dengan 211 Asosiasi Anggota FIFA dan konfederasi dari seluruh dunia,” ujar perwakilan KNVB.

Tiga Prioritas Utama dan Target Investasi

KNVB merumuskan tiga prioritas reformasi: tata kelola yang lebih baik dengan sistem checks and balances yang kuat, penempatan hak asasi manusia dan keberlanjutan sebagai inti pengambilan keputusan, serta penguatan kerja sama internasional.

Asosiasi Belanda itu juga mendesak FIFA untuk menginvestasikan kembali hingga 90 persen dari pendapatan yang dapat didistribusikan untuk pengembangan sepak bola. Mereka menekankan bahwa reformasi ini bukan agenda sepihak kawasan Eropa.

“Ini tidak boleh menjadi rencana Eropa untuk seluruh dunia,” tegas KNVB.

Latar Belakang dan Sikap UEFA

Desakan ini muncul menjelang pemilihan ulang presiden FIFA yang dijadwalkan Maret mendatang. Infantino sebelumnya sempat mengusulkan penjualan saham penyelenggaraan turnamen seperti Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta, namun rencana itu batal dan memicu gelombang kritik dari berbagai badan sepak bola regional.

KNVB mengakui pernah mendukung Infantino pada pemilihan presiden terakhir, namun menegaskan dukungan tersebut tidak pernah tanpa syarat. “Dukungan itu tidak pernah tanpa syarat,” kata mereka.

Terpisah, UEFA—induk organisasi tempat KNVB bernaung—telah meminta izin pengadilan federal Amerika Serikat untuk memperoleh kesaksian dan dokumen dari entitas FIFA di Florida. Langkah ini terkait rencana pengajuan pengaduan pidana di Swiss terhadap Infantino.

Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan KNVB dan rencana penyelenggaraan KTT Amsterdam tersebut.

Terkini